STUDI ISLAM DI ASIA TENGGARA
Zairotul Zamronah / 175231096 / 2 C
Memahami Kajian Islam di Asia Tenggara
Kajian islam/studi islam adalah mempelajari hal hal yang berkaitan dengan keislaman untuk memahami/menganalisa ajaran islam dalam realitas pelaksanaan di kehiduapn sehari hari. Adapun fenomena keislaman dipengaruhi oleh doktrin pemikiran dan perilaku dengan menggunakan pendekatan studi kawasan islam (uraian tentang dunia islam) mulai dari kemunculan, perkembangan hingga ciri/karakter disetiap kawasan.
Pendekatan yang digunakan antara lain : pendekatan dalam prespektif keragaman kebudayaan, pendekatan geopolitik dan etno-linguistik, pendekatan dengan mengembangkan sejarah islam kawasan. Dari pendekatan tersebut mengalami berbagai problem diantaranya variasi tentang sejarah masuk nya islam ke Asia Tenggara, muslim minoritas dan arah baru pemetaan kawasan, dan kebangkitan nasionalisme.
Islam di Dunia Melayu
Rata-rata Islam di Melayu masuk antara abad ke 7-15 melalui jalur perdagangan, pendatang, pernikahan dan seorang imam yang menyebarkan secara khusus di negara tersebut. Islam minoritas di Melayu berkembang di negara Singapura, Filipina dan Thailand sedangkan di Malaysia serta Brunei Darussalam berkembang dengan baik adapun pemerintah mengakui bahwa islam sebagai agama resmi bahkan dijadikan ideologi negara di Brunei. Muslim melayu mayoritas bermazhabkan Syafiiyah yaitu mengikuti fatwa-fatwa yang di keluarkan oleh Imam Syafii selain itu bermazhab Sunni.
Perkembangan islam minoritas di melayu khususnya di Filipina dan Thailand sangat mencolok dikarenakan adanya doktrin dari masyarakat bahwa muslim dianggap sebagai pengacau dan keberadaanya sangat mengancam negara, di Filipina terdapat kebijakan kebijakan yang menyudutkan minoritas islam salah satu kebijakan yaitu membuat undang-undang yang intoleran sehingga membuat kaum muslim disana lebih tersudutkan. Adapun tokoh islam yang memperjuangkan kesamaan hak tetapi cenderung separatis yaitu Abu Sayyaf dan Nur Misuari, sehingga membuat kesan islam disana semakin tegang.
Begitu juga di Thailand minoritas islam bernama Patani, hal itu terjadi karena sikap nasionalisme warga thailand yang menganggap Patani adalah kaum minoritas yang harus di berantas karena dapat mengancam negara sehingga pemerintah Thailand mulai membuat kebijakan yang menyudutkan Patani diantaranya penghapusan kekuasaan, politik integritas, politik transmigrasi dan politik dibawah payung.
Islam di Wilayah Indo-Cina
Wilayah Indo-Cina meliputi Indonesia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos dan Timor Timur. Fenomena islam di Indonesia berkembang dengan baik, namun tidak dengan di Negara Indo-Cina lainya apalagi di Myanmar selain minoritas juga sangat memprihatinkan.
Masuknya islam di negara minoritas tersebut juga melalui perdagangan dan pendatang, di waktu sekitar abad ke 10 namun ada yang tidak tahu menahu soal kapan datang ya islam secara jelas. di Vietnam muslim dibagi menjadi 3 yaitu : muslim Cham, dari suku dan warga Vietnam asli, perkembangan islam disana tidak ada perlawanan yang berarti. Kemudian di Kamboja, keadaan disana membutuhkan program program untuk meninggikan taraf hidup mereka dikarenakan sangat miskin.
Perkembangan yang tragis terjadi di Myanmar, kondisi muslim disana mengenaskan pembantaian, pemaksaan agama (budha), dan gerakan anti islam secara besar-besaran. Muslim disana dibagi 3 antar lain : muslim burma, India dan Rohingya. di sana terdapat muslim hui-hui yang bersifat kooperatif dan cenderung tidak relevan terhadap muslim dikarena trauma terhadap pembantaian.
Nusantara dan Indonesia Modern
Indonesia merupakan negara dengan banyak suku, pulau dan budaya masuknya islam pun juga berbeda-beda. Pekembangan islam pada abad ke 17-19, Penyebaran islam dibagi menjadi 3 : pengenalan,penyebaran dan penyuburan. Keadaan masyarakat sebelum islam masih dipengaruhi oleh Hindu Budha, walaupun begitu islam masuk secara damai sehingga nanti menjadi salah satu penyebab perbedaan dalam penerapan agama islam di indonesia yang menjadi ciri khas. Pada abad ke 20 islam berkembang secara besar-besaran namun tidak dengan bidang ilmu dan politik nya.
Pembaharuan agama dan realita sosial di indonesia dipengaruhi oleh pemikiran masyarakat terhadap agama ada 3 yaitu Mistik : keserasian antara kesucian batiniyah dan kenyataan lahiriyah mutlak, Ortodok : mencari kesesuaian antara ajaran dasar dengan aturan yang dirumuskan, Reformis : menjdikan sesuatu yang semestinya dan yang hak sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan. Perbedaan terletak pada pengembangan kelompok masyarakat agama.
Allah menciptakan manusia untuk menjadi kalifah karena manusia memiliki kemampuan untuk memimpin, akan tetapi manusia cenderung membuat kerusakan oleh karena itu untuk mencegah dibentuklah kelompok perbuatan baik (Organisasi Islam), antara lain Jamiatul khair, Al-Irsyad, Sarekat Islam, Jong Islamieten Bond, Masyumi, Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan NU.
Aliran pemikiran islam di indonesia diantaranya pemikiran neo-tradisional merupakan islam di sebarkan dengan mengangkat nilai tradisional dengan memasukkan sistem yang sudah maju/menyesuaikan dengan zaman dengan kata lain memadu padankan budaya hindu-budha dengan islam. Kemudian Neo revivalis : Hizbut tahrir merupakan kelompok yang ingin membangkitkan kembali umat islam dari kemosrotan dengan metode tholabun nusroh. Ke tiga Postmodernisme-Islam yaitu mengganti pemikiran tradisional kearah modern, dan terakhir Islam Liberal adalah mengedepankan modernitas dengan kata lain menyesuakan agama islam dengan modernisasi. Dari pemikiran tersebut lahirlah tokoh tokoh pembaharuan islam yaitu Harun Nasution, Abdurahman Wahid, Nurcholis Madjid.
Kesimpulan
Metodologi studi islam mempelajari tentang keislaman mulai dari sejarah dan perkembanganya. Selain itu juga menganalisis, mengetahui, serta memahami bagaimana islam dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan Islam tersebar di Asia Tenggara melalui perdagangan, pernikahan dan pendatang dengan pendekatan/pengaruh dari doktrin-dokrtin pembawa agama islam dalam penyebaranya sehingga terjadinya perbedaan dalam pelaksanaan agama islam dalam kehidupan masyarakat di negara Asia Tenggara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar