Sabtu, 17 Februari 2018

Mengetahui Lebih Lanjut Mengenai Kitab Tafsir Al Maraghi

Judul buku : Study Islam di Asia Tenggara
Nama penulis : Drs. Asep Ahmad Hidayat, M.Ag., Samsuddin, M.Ag., Dadan Rusmana, M.Ag., dan Ajid Hakim, M.Ag
Tahun terbit : 2014
Penerbit : CV Pustaka Setia
Kota penerbit : Bandung

TAFSIRAN SURAT AL - ANFAL AYAT 20 - 23
(TERJEMAHAN TAFSIR AL MARAGHI)
Oleh : Zairotul Zamronah/175231096

Saya akan mengulas mengenai tafsir yang diterjemahkan Ahmad Musthafa Al maraghi, tafsir sendiri adalah memahami maksud sebenarnya dari suatu hal. Nah tafsir disini yang akan dibahas mengenai tafsir Al quran, semua orang bisa membaca terjemahan ayat Al quran tetapi tidak semua orang mengetahui maksud sebenarnya dari ayat al quran. Sebelum Al Maraghi sudah ada muffasir yang menafsirkan Al quran akan tetapi bahasa yang terlalu tinggi membuat para pembaca kebingungan, untuk itu Al Maraghi membuat kitab tafsir dengan menggunakan beberapa metode dan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut. 

Siapakah Al-Maraghi itu ? 
berasal dari manakah ia ? 
simak biografinya berikut ini

Al Maraghi merupakan muffasir terkemuka dalam menafsirkan ayat alquran, bahasanya yang mudah dipahami membuat orang-orang begitu tidak asing lagi dengan beliau. Al Maraghi merupakan lulusan terbaik dari Mesir (Al azhar) pada tahun 1904 M. Hal itu dikarenakan kecerdasannya dalam belajar mendalami isi Al Quran dan Hadits, selain itu ia juga mendalami ilmu akhlak, falak, dan tafsir. Muffasir yang lahir di Al Maragho pada tahun 1298 ini berasal dari keluarga yang intelek, sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan mengenai Al-quran dan bahasa arab. Hal tersebut membuat Al Maraghi ingin menjadi seorang ulama terkemuka. 

Setelah lulus dari Alazhar ia menjadi guru besar di sekolah menengah yang kemudian menjadi direktur sebuah Sekolah di sebelah barat Cairo. Kemudian tahun 1920 ia menjadi Kepala Mahkamah Tinggi Syariah, lalu Mei 1928 ia diangkat menjadi rektor di Al Azhar ketika usia 47 tahun dan setahun berselang ia diangkat menjadi Syeikh Al Azhar yang menjadikan Seikh termuda sepanjang sejarah Universitas Al Azhar. Setelah 6 tahun menjabat Al Maraghi mengundurkan diri dikarenakan pro kontra yang memuncak akan kebijakanya di Universitas.

Pada tahun 1935 Al Marahi menduduki jabatan itu kembali hingga ia meninggal. Muffasir yang mempunyai nama lengkap Ahmad Musthafa Al Maraghi meninggal pada tahun 1364 H di bulan ramadhan.

Sebagai seorang muffasir yang terkemuka dengan karyanya yang begitu apik sehingga banyak orang berminat membaca kitab tafsirnya, pasti kita bertanya-tanya bagaimana caranya Al Maraghi dalam menafsirkan ayat-ayat Al Quran ?

Setelah saya membaca salah satu tafsiran ayat alquran di kitab tafsir Al Maraghi jilid 9, didalam kitabnya tersebut ia menafsirkanya dengan cara pertama, menunjukkan terjemahan/arti dari ayat Al quran yang kemudian dijelaskan secara umum mengenai isi ayat tersebut bercerita mengenai apa.

Setelah menjelaskan secara umum, yang kedua yaitu memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai ayat tersebut melalui asbabul nuzul yaitu sebab turunya suatu ayat. Setelah itu, memberikan penjelasan dari ayat tersebut dengan mengartikan kata-kata sulit ke dalam kata yang mudah dipahami, kemudian menyimpulkan maksud yang sebenarnya dari ayat tersebut. 

Selain mengartikan kata sulit, setelah itu ia juga melakukan penafsiran dengan menyesuaikan ayat tersebut dengan ayat lainya yang ada kaitanya dengan ayat yang ditafsirkan. Setelah mengetahui sebabnya, untuk siapa ayat tersebut diturunkan, mengapa bisa terjadi demikian dan bagaimana kita harus bersikap dan yang terakhir adalah menyimpulkan maksud sebenarnya dari suatu ayat. Untuk memperjelas bagaimana cara menafsirkannya saya akan memberikan salah satu contoh ayat Al Quran yaitu Surat Al-Anfal ayat 
20-23

Secara umum ayat tersebut berbicara mengenai ancaman yang Allah berikan kepada orang musyrik ketika perang, barangsiapa keluar dari barisan maka Allah akan keluar dan jika kembali maka Allah akan kembali. Pasukan perang tidak dapat menolak bahaya yang menimpa dirinya oleh karena itu dapat diambil pelajaran bahwa agar selalu patuh terhadap seruan dan perintah Rasul yang sewaktu  waktu akan mengajak berjihad di jalan Allah. 
Untuk lebih jelasnya maka diterjemahkan perkata sebagaimana berikut ini :

AYAT 20
ya ayyuhal-lazina : wahai orang  orang  yang
amanu                     : beriman
atiullaha : taatlah kepada allah
wa rasulahu : dan rasul-Nya

Penafsirannya, taat disini berarti meninggalkan harta demi berjihad di jalan Allah.

wa la tawallau : dan janganlah kamu berpaling
anhu : dari-Nya
wa antum : (padahal) kamu
tasmaun : Mendengar (perintah-perintah Nya)

Penafsiranya, janganlah kamu tidak melaksanakan, padahal  kamu mengetahui  bahwa jihad di jalan Allah adalah kewajiban yang harus dipatuhi.

AYAT 21
wa la takunu       : dan janganlah kamu menjadi
kal-lazina             : seperti orang munafik yang
qolu                      : berkata
samina                  : kami mendengarkan
wa hum               : padahal mereka
la yasmaun          : tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)

Penafsiranya, orang yang mendengar tapi mereka mengingkari ialah ada dua yaitu  orang kafir yang menentang dan tidak mau menerima kebenaran dan orang yang mengetahui kebenaran tapi tidak melakukan ialah orang munafik.

AYAT 22
Inna syarrad-dawabbi     : sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk
insyaallah                           : dalam pandangan Allah
summul                               : (ialah) mereka yang tuli
bukmul                                : dan bisu
lazina                                   : (yaitu) orang  orang yang
la ya qilun.                          : tidak mengerti (mereka tak mendengar dan memahami kebenaran)

Penafsirannya, dawabbi jamak dari dabbah berarti hewan yang melata. Disini  digunakan untuk perumpamaan yang artinya itu adalah penghinaan karena saking buruknya, yang tuli ialah orang yang tidak mau mengamalkan kebaikan dan tidak mau memahami nasihat baik, dan bisu ialah orang yang enggan berbicara kebenaran. Jika mereka berfikir mereka mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

AYAT 23
Wa lau alimallahu       : dan sekiranya Allah
                                          mengetahui
fihim                              : pada mereka
khairal                           : (ada) kebaikan
laasmaahum                 : tentu Dia jadikan mereka 
                                          dapat mendengar
wa lau asmaahum      : dan jika Allah dapat
                                          menjadikan mereka
                                          mendengar
latawallau                     : niscaya mereka berpaling
wahum                          : (sedang) mereka
muridun                        : memalingkan diri

Penafsiranya, jika Allah mengetahui mereka akan melakukan kebaikan  maka Allah akan memberikan pemahaman akan tetapi Allah lebih tahu disana tidak ada kebaikan sedikitpun karena hatinya tealh dikunci mati dan mereka tidak akan mendapat kebaikan. 

Kesimpulan dari semua ayat tersebut adalah laksanakan dan patuhilah semua perintah untuk berjihad di jalan Allah dan jika megetahui laksanakan, jangan seakan-akan tidak mengetahui apapun, sampaikan lah perkataan yang benar dan apabila telah tidak ada kebaikan dihatinya maka dikuncilah hati mereka sehingga tidak dapat menerima kebaikan.

Mendengar yang dibahas didalam ayat tersebut ialah ada beberapa kategori yaitu orang kafir yaitu tidak mau mendengar bahkan memusuhi, orang munafik yaitu mengetahui kebaikan tapi tidak mau mengerjakan, orang musyrik yaitu ingin mengetahui Al quran tapi untuk melemahkan dan orang adil yaitu ketika mengetahui kebaikan maka akan mengerjakannya.  

Alquran merupakan kitab yang sempurna, teori  teori yang ada di Al quran benar adanya. Jika kita memahami dengan sungguh sungguh maka segala persoalan ada jawabanya.

Namun umat islam malah justru hanya sekedar mendengarkan dan memperindah bacaanya saja akan tetapi banyak yang belum mengetahui apa maksud sebenarnya dari ayat Alquran. Oleh karena itu dimulai dari diri sendiri, selain memperindah bacaan maka kita harus tahu maksud sebenarnya dari ayat tersebut sehingga kita mampu menjalankan agama dengan benar secara keseluruhan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOPI Untuk semua

Nama : Zairotul Zamronah NIM : 175231096 Prodi : Perbakan syariah Tempat observasi : Yellow truck Yellow Truck , Perjalanan Dinas  ...