Sabtu, 05 Mei 2018

KOPI Untuk semua



Nama : Zairotul Zamronah
NIM : 175231096
Prodi : Perbakan syariah
Tempat observasi : Yellow truck


Yellow Truck , Perjalanan Dinas 
Menyelesaikan Tugas

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman ketika saya pergi ke Kedai kopi atau Restoran Asia. Hal tersebut merupakan tugas akhir untuk menyelesaikan mata kuliah Metodologi Studi Islam yang dikaitkan dengan Islam Kontenporer terhadap budaya Orientalis (K-POP). Hal ini bertujuan agar kita mampu mengetahui bagaiman Islam memandang kebudayaan timur (orientalis). Tugas tersebut dilaksanakan berkelompok yang beranggotakan 3 orang, anggota kelompoknya yaitu Saya, Devi laras dan Astika Nur. Ada berbagai tempat yang dijadikan pilihan untuk tugas kali ini, khususnya di Solo raya. 

Saya dan teman - teman  ditantang untuk menyelesaikan tugas dengan mengunjungi cafe dan restoran Asia di Solo Raya. Kelompok saya mendapatkan tempat di Yellow Truck Solo. Ketika mendapatkan tempat itu, saya tidak tahu dan belum pernah ke tempat tersebut. Dari namanya saya berfikiran bahwa tempatnya berbentuk food truck yang berwarna kuning. Kemudian ekspektasi saya pasti harganya diatas 35.000 per menunya. Memperkirakan hal tersebut sehingga agar dapat membeli lebih dari satu menu maka saya harus mengumpulkan uang lebih daari 35.000. 

Tidak memungkinkan jika harus meminta uang kepada orang tua secara dadakan. Lagi pula, untuk pengumpulan tugas diberi waktu 2 minggu. Saya dan teman-teman sepakat bahwa minggu pertama itu adalah pengumpulan uang dan minggu kedua kita baru pergi ke tempat tujuan. Sebelum kita pergi ke Yellow truck, kita mencari tahu terlebih dahulu tempat dan  harga makanan serta minumannya. Ketika melihat menu di internet, saya sudah berfikir memilih menu apa dan menyiapkan uang yang harus dibawa.

Akhirnya untuk dapat menyelesaikan tugas ini, saya menyisihkan uang saku. Selain itu, saya harus menahan uang jajan harian. Ada godaan yang menghampiri ketika proses pengumpulan uang, seperti ingin berbelanja pakaian dan ingin pergi makan bersama teman. Akan tetapi, saya teringat ada beberapa tugas lagi yang harus mengeluarkan uang maka keinginan itu saya urungkan. Selain itu, untuk uang cadangan saya mengambil dari tabungan. Setelah uang terkumpul, saya dan teman-teman memilih hari Selasa tanggal 1 Mei yang bertepatan dengan hari libur sebagai hari eksekusi.

Ketika hari Selasa tiba, Sebelum pergi ke Yellow Truck kami menemani teman yang lain ke OCM Solo Grand Mall. Kita janjian jam 10 sampai di Solo Grand Mall, namun diperkirakan jam 10 baru buka dan tidak memungkinkan untuk langsung makan maka diundur jam 10 an sampai sana. Saya berangkat berboncengan dengan teman saya Dari rumah saya berangkat jam set 10 kemudian menunggu teman kelompok lain di jalan untuk berangkat bersama, sekitar jam 10 kita baru berangkat bersama-sama dari Karanganyar. Sesampainya di Solo Grand Mall jam 10.50, namun teman yang lainya  justru belum datang. Karena cuaca yang sangat panas maka sambil menunggu saya berjalan-jalan terlebih dahulu di dalam Grand Mall. Kemudian saya dan teman-teman menunggu di lantai tiga di kursi. Sekitar jam 11 mereka baru datang lalu menuju food court. 

Sesampai di food court OCM mereka memesan ramen. Ketika pesanan sudah datang kemudian saya di suruh mencoba untuk mencicipi ramen tetapi dikarenakan saya sudah tidak suka dengan baunya maka saya mengurungkan niat untuk mencobanya. Lalu untuk mengganjal perut saya yang sedang kelaparan, saya membeli sholcick dan segelas es milo.

Suasana di Mall sangat ramai, banyak orang yang berkeliling di Mall dan makan di tempat itu. Mulai dari  batita hingga orang tua banyak saya temukan di sana. Hal ini dikarenakan berbarengan dengan hari libur. Setelah menemani teman saya, kami berkeliling mall terlebih dahulu. Kami mengamati suasana mall dan berjalan-jalan untuk mengistirahatkan perut sebentar dari makanan. Karena perut saya masih kenyang dan tidak sanggup melanjutkan ke tempat selanjutnya. Sambil menunggu waktu lewat makan siang sekitar jam setengah satu kami pergi ke Yellow Truck.

Yellow Truck merupmerupakan kedai kopi yang terletak di belakang Taman Sriwedari Solo, tepatnya di JL. Kebangkitan nasional, No. 35, Solo. Sesampai di sana tempatnya jauh dari ekspektasi saya. Kesan pertama saya melihat bangunannya dari luar nampak sederhana, tidak terlalu besar, dan bangunannya kelihatan seperti tempo zaman dahulu. Semua bangunan mayoritas berwarna kuning sesuai dengan namanya. Ketika sampai disana suasana sangat sepi, saya mengira cafenya tutup karena hari libur ternyata baru beberapa orang yang datang. Kesan awal saat masuk saya mengira bahwa tempatnya sempit, ternyata ada banyak space yang tersedia. Kemudian per space interiornya berbeda-beda. Seperti ada yang berbentuk seperti ruang tamu, meja belajar, out door dll.

Selain itu, tidak hanya orang yang sekedar “nongkrong” dan berbincang, di Yellow Truck terdapat orang yang sedang mengerjakan suatu pekerjaan di depan laptop. Kemudian kita memilih tempat, sebelum menentukan tempat kita sempat berkeliling ke tiap spacenya. Hal ini bertujuan menemukan tempat yang nyaman untuk saya dan teman-teman duduk. Akhirnya kita memilih yang seperti ruang tamu agar dapat memuat banyak orang. 

Setelah itu kami melakukan pemesanan kopi. Namun setelah saya melihat menu ternyata tidak seperti menu di internet, banyak yang berbeda. Pada awalnya saya bingung mau pesan kopi apa karena saya takut kopi yang saya minum pait sekali. Ada cerita lucu, dengan lantang teman saya memesan expresso. Lalu sama baristanya di tanya sudah biasa minum exspresso? teman saya menjawab belum, “la itu kopi kan?". Jawaban tersebut ditertawakan baristanya, dan saya ikut menahan tawa. Saya sedikit tahu tentang expresso bahwa kopi itu rasanya pait sekali dan sedikit takaranya. Karena ketidaktahuan itu, lalu dijelaskan oleh baristanya bahwa expresso itu adalah sari pati kopi. Kemudian dia tidak jadi memesan expresso.

Lalu sama baristanya disarankan kopi latte, akhirnya dia memilih latte dan saya caramel macchiato. Selain itu, kami juga memesan kopi americano. Untuk harga kopi, saya rasa tidak terlalu mahal namun untuk makanannya saya tidak begitu suka. Ketika saat melihat menu ada bakpao goreng, saya heran bakpao kog digoreng. Walaupun mainstrim untuk bakpao tapi antimainstrimnya karena digoreng, oleh karena itu saya mencoba memesanya. Selain itu kita juga memesan doughnut bites dan otak-otak. Walaupun menu utama berupa minuman kopi, Yellow Truck menyediakan menu lain bagi yang tidak menyukai kopi. Menu non kopi yang kita pesan seperti red valvet latte, banana milk, dan mango smoothies.

Setelah kami memesan, sebelum pesanan datang kami menyempatkan diri berfoto di tempat yang tersedia. Setelah pesanan datang kami mencoba meriview satu per satu minuman yang kita pesan. Tidak lupa kami mengabadikan minuman tersebut dengan mengambil gambarnya. Pertama saya mencoba banana milk, ekspektasi saya rasanya akan dominan ke pisang namun kenyataan rasa lebih dominan ke susu. 

Lalu saya mencoba americano yang belum terlalu banyak dikasih gula. Dari segi tampilan americano menggoda saya untuk meminumnya. Saya pikir rasanya akan sempurna jika digabungkan dengan gula, tetapi ternyata rasanya kopi banget. Saya tahu bahwa kopi itu pahit, namun saya tidak akan mengira bahwa rasa kopi americano akan sepait obat jika tidak dicampur dengan gula. Saya menganggap bahwa kopi tersebut merupakan kopi terpahit yang pernah saya minum. Kemudian saya mencoba red velvet latte, dari segi tampilan sangat menggoda warnanya. Kesan pertama saya  meminumnya seperti rasa susu yang di tambah sari ketan merah, namun setelah dicoba selanjutnya lebih full creamy. Untuk warna red velvet saya menyukainya namun untuk rasa tidak begitu suka.

Setelah merivew minuman yang telah saya sebutkan tadi, snack dan kopi selanjutnya datang. Lalu saya merivew kopi caramel macchiato, dari segi tampilan saya menyukainya. Di atas kopinya terdapat lukisan yang menarik, hal ini dapat membuat penikmat kopi semakin tertarik untuk menyobanya. Saya sudah menduga rasa kopinya tidak terlalu pahit serta lebih soft, karena ada caramel. Setelah saya mencoba, rasanya sesuai ekspektasi saya. Untuk rasa caramel macchiato saya menyukainya. Kemudian selanjutnya saya mencicipi kopi latte, dari segi tampilan menarik. Selain itu, ekspektasi saya latte akan sedikit lebih manis dari macciato tetapi setelah saya justru lebih pait dari macciato walaupun rasa kopinya tidak terlalu kuat namun lembutnya terasa seperti macciato. Namun rasa kopi latte lebih kuat daripada macchiato. Dari sekian minuman yang saya coba, saya menyukai latte dan caramel macchiato karena tidak terlalu strong rasa kopinya.

Kemudian kita beralih mencicipi snacknya, kesan saya pertama kali melihat bakpao goreng adalah seperti donat yang dibentuk bulat. Setelah saya mencicipi bakpao tersebut, rasanya seperti donat yang berisi coklat namun lebih keras dari donat bahkan bikin eneg. Ukuran bakpao juga lebih kecil, untuk doughnuts bites ukuranya standar seperti donat pada umumnya. Mengenai rasanya seperti donat pada umunya namun lebih soft dan juga tidak terlalu eneg. Snack yang terakhir di review adalah otak-otak, rasanya gurih dan terdapat rasa ikan tengiri. Untuk snack yang dipesan saya menyukai otak-otak. Mulai dari aneka macam kopi, minuman non kopi dan snack yang telah kami pesan dan dicicipi, saya lebih tertarik dengan kopi. 

Setelah itu kami tidak langsung pulang. Kami bertahan disitu untuk berbincang-bincang dan ngrumpi. Pada saat mulai menjelang sore banyak orang yang berdatangan menggunakan mobil. Saya heran, mayoritas pengunjung menggunakan mobil Ketika jam sudah menunjukkan setengah tiga kami bersiap untuk pulang, pada saat bersiap untuk pulang kami melihat bule duduk di meja samping kami. Karena saya penasaran maka saya dan teman teman memperhatikan sejenak bule tersebut. Ketika kami sedang memperhatikannya ternyata bule tersebut mengambil gambar kami. Perasaan saya kaget karena sepertinya bule tersebut baru pertama kali datang dan keheranan. Dikarenakan sudah menjelang sore maka kita memutuskan untuk pulang. Begitulah pengalaman saya ketika di Yellow Truck dengan tujuan untuk melaksanakan tugas dan di OCM menemani teman saya. 

Pada zaman sekarang khususnya generasi milenial, marak sekali nongkrong di cafe atau di food court makanan Asia khususnya Asia Timur seperti Korea dan Jepang. Hal ini disebabkan budaya timur yang masuk ke negara kita membuat generasi milenial di masa sekarang menjadi lebih bergaya seperti orang Jepang dan Korea. Pengaruh budaya Timur ini mulai dari gaya fashion, Musik, Film dan terlebih makanan. Makanan Korea dan Jepang banyak digemari anak muda zaman sekarang terutama K-Popers yang mayoritas seorang wanita. Sebagai warga negara Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam, kita harus lebih jeli terhadap makanan dan minuman. Kita harus memastikan halal tidaknya makanan dan minuman tersebut. Hal itu dikarenakan tidak semua makanan yang beredar halal dan boleh dimakan oleh kaum muslim.

Tidak hanya itu, mengenai gaya fashion kita harus menyesuaikan dengan kebudayaan kita, tidak secara mentah-mentah kebudayaan dari luar tersebut di pakai. Selain fenomena tersebut, generasi milenial pada zaman sekarang makanan tidak hanya untuk dimakan namun difoto dan diupload di media sosial. Hal ini menandakan bahwa generasi milenial saat ini mengedepankan eksistensi tapi ingin diapresiasi. 

Tidak hanya budaya Timur, budaya Barat sekarang membuat pergaulan semakin bebas. Di cafe atau kedai kopi sekarang yang berada di sana tidak hanya wanita bule atau wanita hitz pada zaman sekarang tapi juga wanita yang berhijab. Notabene wanita berhijab jarang sekali untuk nongkrong dicafe, sekarang saya melihat banyak sekali yang bSetelah merivew minuman yang telah saya sebutkan tadi, snack dan kopi selanjutnya datang. Lalu saya merivew kopi caramel macchiato, dari segi tampilan saya menyukainya.

Di atas kopinya terdapat lukisan yang menarik, hal ini dapat membuat penikmat kopi semakin tertarik untuk menyobanya. Saya sudah menduga rasa kopinya tidak terlalu pahit serta lebih soft, karena ada caramel. Setelah saya mencoba, rasanya sesuai ekspektasi saya. Untuk rasa caramel macchiato saya menyukainya. Kemudian selanjutnya saya mencicipi kopi latte, dari segi tampilan menarik. Selain itu, ekspektasi saya latte akan sedikit lebih manis dari macciato tetapi setelah saya justru lebih pait dari macciato walaupun rasa kopinya tidak terlalu kuat namun lembutnya terasa seperti macciato. Namun rasa kopi latte lebih kuat daripada macchiato. Dari sekian minuman yang saya coba, saya menyukai latte dan caramel macchiato karena tidak terlalu strong rasa kopinya.

Kemudian kita beralih mencicipi snacknya, kesan saya pertama kali melihat bakpao goreng adalah seperti donat yang dibentuk bulat. Setelah saya mencicipi bakpao tersebut, rasanya seperti donat yang berisi coklat namun lebih keras dari donat bahkan bikin eneg. Ukuran bakpao juga lebih kecil, untuk doughnuts bites ukuranya standar seperti donat pada umumnya. Mengenai rasanya seperti donat pada umunya namun lebih soft dan juga tidak terlalu eneg. Snack yang terakhir di review adalah otak-otak, rasanya gurih dan terdapat rasa ikan tengiri. Untuk snack yang dipesan saya menyukai otak-otak. Mulai dari aneka macam kopi, minuman non kopi dan snack yang telah kami pesan dan dicicipi, saya lebih tertarik dengan kopi. 

Setelah itu kami tidak langsung pulang. Kami bertahan disitu untuk berbincang-bincang dan ngrumpi. Pada saat mulai menjelang sore banyak orang yang berdatangan menggunakan mobil. Saya heran, mayoritas pengunjung menggunakan mobil Ketika jam sudah menunjukkan setengah tiga kami bersiap untuk pulang, pada saat bersiap untuk pulang kami melihat bule duduk di meja samping kami. Karena saya penasaran maka saya dan teman teman memperhatikan sejenak bule tersebut. Ketika kami sedang memperhatikannya ternyata bule tersebut mengambil gambar kami. Perasaan saya kaget karena sepertinya bule tersebut baru pertama kali datang dan keheranan. Dikarenakan sudah menjelang sore maka kita memutuskan untuk pulang. Begitulah pengalaman saya ketika di Yellow Truck dengan tujuan untuk melaksanakan tugas dan di OCM menemani teman saya. 

Pada zaman sekarang khususnya generasi milenial, marak sekali nongkrong di cafe atau di food court makanan Asia khususnya Asia Timur seperti Korea dan Jepang. Hal ini disebabkan budaya timur yang masuk ke negara kita membuat generasi milenial di masa sekarang menjadi lebih bergaya seperti orang Jepang dan Korea. Pengaruh budaya Timur ini mulai dari gaya fashion, Musik, Film dan terlebih makanan. Makanan Korea dan Jepang banyak digemari anak muda zaman sekarang terutama K-Popers yang mayoritas seorang wanita. Sebagai warga negara Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam, kita harus lebih jeli terhadap makanan dan minuman. Kita harus memastikan halal tidaknya makanan dan minuman tersebut. Hal itu dikarenakan tidak semua makanan yang beredar halal dan boleh dimakan oleh kaum muslim.

Tidak hanya  itu, mengenai gaya fashion kita harus menyesuaikan dengan kebudayaan kita, tidak secara mentah-mentah kebudayaan dari luar tersebut di pakai. Selain fenomena tersebut, generasi milenial pada zaman sekarang makanan tidak hanya untuk dimakan namun difoto dan diupload di media sosial. Hal ini menandakan bahwa generasi milenial saat ini mengedepankan eksistensi tapi ingin diapresiasi. 

Tidak hanya budaya Timur, budaya Barat sekarang membuat pergaulan semakin bebas. Di cafe atau kedai kopi sekarang yang berada di sana tidak hanya wanita bule atau wanita hitz pada zaman sekarang tapi juga wanita yang berhijab. Notabene wanita berhijab jarang sekali untuk nongkrong dicafe, sekarang saya melihat banyak sekali yang berada disana. Hal ini menandakan bahwa masuknya budaya barat dan timur telah membius kaula muda untuk mengikuti budaya mereka. Selain itu, ketika masuk cafe tidak hanya nongkrong yang tidak jelas tetapi cafe dapat dijadikan tempat untuk meeting ataupun bersantai dan mengerjakan tugas. 

Melihat fenomena yang terjadi pada zaman sekarang, sebagai mahasiswa muslim maka kita harus lebih jeli dalam bersikap di dunia modern ini. Hal ini yang merupakan tujuan kita dalam mempelajari Metodologi Studi Islam. MSI tidak hanya mempelajari islam secara klasik yaitu namun juga islam kontenporer. Islam klasik yaitu islam yang berpegang teguh kepada aturan quran dan hadist tanpa memperhatikan kenyataan yang ada.Sedangkan islam kontenporer yaitu islam kekinian, artinya bertindak bijaksana dalam mengkaitkan aturan islam pada zaman dahulu dengan perkembangan islam pada zaman sekarang

Jadi setelah kita mengetahui dasar-dasar islam pada zaman rasulullah dan ulama pada zaman dahulu,  untuk menghadapi era modern dan pergaulan sekarang kita harus bijaksana. Tidak hanya berpaku pada aturan islam yang klasik namun kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman pada saat ini dengan islam kontenporer. Agar kita tidak dianggap sebagai orang islam yang lemah dalam bergaul.


Menu yang di pesan

 Foto kelompok kami

Bill

Plagramme



Rabu, 28 Maret 2018

Perjalanan pondok ku

Pengalaman di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam

Nama : Zairotul Zamronah
NIM : 175231096
Kelas : PBS 2C
Saya akan menceritakan perjalanan mencari pondok hingga live in di pondok. Dalam mencari pondok saya hanya mengikuti teman sekelompok saja, yaitu memilih pondok yang ada di Karanganyar bernama Isy Karima. Kemudian dihari dimana kita harus menemui pimpinan, kita janjian dan bertemu disuatu tempat dengan anggota kelompok. Sebelum itu saya menjemput teman saya yang bernama Novia, lalu menghampiri teman-teman yang sudah berkumpul terlebih dahulu di karangpandan.

Setelah itu menuju ke Pondok Isy Karima, akan tetapi sebelum sampai ke tempat tujuan kita mendapatkan informasi bahwa disana hanya mengajarkan Tauhid untuk anak MI sedangkan untuk anak sma dan perkuliahan mayoritas laki laki dan wanita sangat minim hampir tidak ada. Akhirnya kita memutuskan untuk memikirkan pondok lain, kita berhenti sejenak di jembatan gerbang 27 disana kami beristirahat sambil berunding dan menunggu 2 orang teman kami dari Kemuning.

Setelah 2 orang teman tadi sampai, salah satu teman kami mempunyai pandangan pesantren yang akan ditempati yaitu Ta’mirul Islam. Tidak menunggu lama kami langsung melakukan perjalanan menuju ke Pondok Ta'mirul Islam, dengan terik panas matahari  yang menyengat. Namun pada saat di area Surakarta hujan turun sedikit lebat, akan tetapi kami tetap menerjang dan sampailah di pondok Ta’mirul Islam kemudian segera menemui pimpinan pondok pesantren dan segera melaksanakan live in.

Dalam menemui pimpinan pondok pesantren diwakili oleh 3 orang dari kelompok kita yang masuk ke pondok dan bertanya, kemudian kita hanya diberi nomer telepon Pempinan Pondok yaitu ustadz Halim untuk bertanya lebih lanjut. Setelah itu kami pulang menuju rumah masing-masing. Keesokan harinya saya pergi ke kampus bersama teman-teman untuk menyerahkan surat izin dan ternyata ada miss komunikasi dalam pembagian kelompok yang menyebabkan 10 orang anggota kelompok harus dibagi lagi menjadi 2. Pembagian kelompok tersebut menyebabkan salah satu kelompok mengalah dan mencari pondok lagi, namun kami yang mendapatkan pondok Ta’mirul Islam, Alhamdulillah.

Setelah itu kami membuat surat izin baru dan memintakan tanda tangan ke akademik,  pertama kami datang pada piknik 07.00 WIB namun  akademik masih tutup. Akan tetapi kami mencoba kembali lagi hari selanjutnya setelah dibaca ada beberapa yang dikoreksi dan direvisi 2x sehingga kami harus bolak balik mengedit surat ke tempat foto copyan. Setelah 2x revisi surat izin, ada kesalahan kembali yang ditemukan dikarenakan pihak akdemik gemas karena bolak balik akhirnya dibenarkan oleh pihak akademik yang hanya meminta file surat dan menyuruh mengambil surat di sore hari.

Akhirnya pada hari Selasa kami ke pondok Ta’mirul Islam untuk menemui ustadz Halim, disana kami bertanya kepada adik-adik dan disuruh menunggu ustadz habis ashar. Untuk menunggu ustadz Halim kami sambi mencari minum dan setelah waktu ashar tiba kami diberi tahu untuk menunggu di asrama. sambil menunggu ustadz, saya mengamati dan heran terhadap tingkah laku adik-adik  yang minum langsung dari kran, saya ingin bertanya namun dianya memakai bahasa arab ketika berbincang dengan temanya,  kan jadi mengurungkan niat.

Akhirnya ustadz Halim datang dari Masjid dan kami langsung menemui beliau  dan bertanya perihal maksud kedatangan kami kemari, yaitu untuk mengadakan observasi tentang kehidupan di pondok pesantren serta pembelajaran kitab kuning dan tidak lupa kami menunjukan surat izin. Kamipun disuruh masuk ke ruangan, disana ustadz Halim bercerita kalau di pondok ta'mirul itu termasuk pondok modern karena cara pengajarannya menggunakan metode ditunjukan langsung bukan meghapal.

Disana ustadz Halim memanggil salah satu  murid dengan bahasa arab untuk memanggil salah satu ustadzah untuk menemuinya. Setelah ustadzah datang, ustadz Halim menjelaskan bahwa akan ada mahasiswa yang akan menginap sehingga untuk menyiapkan tempat tidur. Awalnya kami ingin menginap hari Rabu sampai Kamis akan tetapi pada hari itu pengajaran kitab kuning tidak ada, adanya Hari Minggu sama Malam Senin dan kami memutuskan menginap minggu pagi. disana kita diampu oleh Ustadzah lutfiah dalam pengenalan kemudian memberikan nomer WhatsApp untuk dihubungi lebih lanjut.

Kemudian setelah itu kami pulang dan pada hari Sabtu Utadzah Lutfiah memberikan kabar untuk kepondok Minggu Jam 09.0, di karenakan jam segitu jam istirahat para santri. Kemudian keesokan hari nya kami berangkat ke pondok  Setelah sampai di pondok Ta'mirul Islam, kami masuk kedalam ruangan ustadzah dan membicarakan tentang Urusan konsumsi. Disana kami hanya makan 1x dan membayar 3.000 rupiah. Setelah selesai, kami diberi tahu bahwa HP harus dikumpulkan agar benar-benar memahami kehidupan para santri.

Setelah itu kami ditunjukan ke sebuah kamar di lantai 2 lalu kami menaruh tas dan kami pun beristirahat. Baru istirahat sebentar ustadzah memberitaukan bahwa akan ada pelajaran di kelas 2 IPS dengan mata pelajaran Fikih, yang menawarkan apakah kita ingin mengikuti atau tidak dan kita memutuskan untuk mengikuti. Kita mendengarkan ustadzah menjelaskan materi mengenai Istihadoh kurang lebih selama 2 jam.

Dalam hal yang berkaitan dengan berbicara disana dilakukan nya menggunakan bahasa arab dan inggris, baik dengan teman ataupun ustadz/ustadzah. Hal ini dikarenakan di pondok hanya boleh menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Arab dan Inggris, jika menggunakan bahasa daerah termasuk bahasa jawa dianggap sebagai pelanggaran berat. Akan tetapi ketika berbicara dengan orang luar termasuk kita menggunakan bahasa Indonesia. 

Ustadzah juga berkata kalau kami melihat para santri berbicara menggunakan bahasa Jawa maka langsung ditegur/marahin saja, hal tersebut agar kami berlagak seperti patroli pondok. Setelah itu kami menjenguk salah satu santri yang sakit ke kamar nya, disana kami mendoakanya supaya lekas sembuh.

Setelah itu kami kembali ke kamar dan berencana ingin makan siang namun kita akan makan setelah nyemil. Setelah beberapa saat kami mendengar suara adzan dan bergegas pergi ke mushola, sesampainya di mushola para santri sebelum solat membaca al-Qur’an terlebih dahulu. Selain itu, melakukan sholat sunnah qobla dzuhur dan mendapat aba-aba untuk berdiri sambil membaca sholawat kemudian sholat dimulai, setelah sholat ustadzah memimpin dzikir dan memberi aba-aba untuk sholat sunnah ba'dia dzuhur, setelah itu absen.

Selesai sholat saya dan teman-teman pergi untuk mencari makan di luar dikarenakan kami memutuskan untuk makan di pondok 1x disore hari. Sehabis makan kami pergi ke Togamas yaitu toko buku, membeli Al-Qur’an sebagai kenang-kenangan untuk pondok ta'mirul. Setelah membeli kenang-kenangan lalu pulang ke ponpes, kemudian kami duduk di depan ruang Ustadzah dan memperhatikan keadaan sekitar tanpa disangka ada bebek di pondok dan kami melihat dengan tertawa sendiri karena ada santri yang mengembara bebek ditengah lapangan. Kemudian datang seorang santri menghampiri dan menawari kita untuk melihat acara muhadoroh.

 Muhadoroh yaitu melakukan pidato di depan para santai untuk latihan ceramah, para santri menyampaikanya dengan bahasa Indonesia kadang juga bahasa Arab maupun Inggris, tetapi kali ini menggunkan bahasa Indonesia. Muhadoroh merupakan ekstrakuler yang wajib diikuti oleh para santri, karena ini untuk mengasah otak dan percaya diri didepan umum.

Namun sebelum pergi, karena kami masih penasaran kenapa ada santri yang langsung minum air dari keran kami menanyakannya. Santri itu menjawab kalau air keran itu sudah disaring jadi airnya sudah bersih dan langsung bisa diminum dan untuk soal anak-anak bebek, itu bentuk tantangan kepada dewan ambalan yang gagal dalam memenuhi tugas, jadi mereka harus ngikutin dan merawat bebek  itu selama satu bulan. Dalam hati saya ingin tertawa dikarenakan aneh saja hukuman dipondok dan baru pertama kali melihat seperti itu.

Setelah jam muhadoroh dimulai kami disuruh adek santri untuk masuk ke kelas untuk melihat muhadoroh. Muhadoroh disampaikan oleh 2 orang, disana tertawa penuh ceria para santri sambil bernyanyi. Tidak lama berselang kemudian waktu ashar telah tiba dan kami pergi ke mushola menjalankan sholat ashar kemudian kami meminta izin kepada ustadzah untuk mengambil Hp untuk berfoto bersama untuk kenang-kenangan di pondok. 

Setelah selesai berfoto kami pergi ke kamar tamu untuk mengambil peralatan mandi, setelah saya selesai mandi makanan sore datang. Setelah makan waktu sudah menunjukan jam 17.15 WIB dan kami harus bersiap-siap ke mushola untuk mengaji bersama. Setelah mengaji sebelum sholat dimulai, para santri melaksanakan solawat kemudianan Kyai berceramah sampai pukul 19.30 lalu beliau mengimami sholat Isya.

Setelah itu kami kembali ke kamar tamu untuk bersiap-siap dengan kegiatan selanjutnya. Kami membersihkan tempat tidur  dan memasukkan barang-barang yang sekiranya sudah tidak dipergunakan. Kemudian pukul 20.00 WIB kami dipanggil oleh Ustadzah untuk mengkuti kegiatan selanjutnya yaitu pembelajaran kitab kuning, yang bertempat di rumah warga yang dekat dengan pondok pesantren putra. Kami mengikuti pembelajaran tersebut dengan disediakan kursi duduk oleh pengurus.

Pembelajaran diajarkan oleh seorang Kyai yang dibantu oleh seorang moderator. Kyai dalam mengajarkanya dengan cara dibaca arab nya kemudian diterjemahkan satu per satu menggunakan bahasa jawa dan harakat-harakat nya juga dijelaskan. 

Kitab tersebut terkhususkan untuk warga sekitar pondok dan santri-santri pria yang berminat mengikuti pembelajaran, selain itu santri putri juga dapat mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan setiap hari Minggu sekitar pukul 20.00 WIB dan setiap hari Senin setiap pukul 20.00 WIB. Dalam prosesnya Kyai menjelaskan arti dari bacaan per kata dan dipersilahkan kepada penanya apabila merasa bingung dengan penjelasan Kyai setelah pembelajaran, yaitu proses pembacaan kitab kuning secara bersama-sama.

Tepat pukul 21:30 WIB, pembelajaran kitab kuning selesai, kemudian kami sekalian meminta ijin kepada Ustadzah selaku pengasuh kami untuk berpamitan. Tidak lupa kami mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih karena telah menyambut kami dengan sangat baik. Setelah itu kami permisi ke kamar tamu untuk membereskan perlengkapan kami lalu kami ke ruang pengasuhan untuk memberikan kenang-kenangan kepada pondok pesantren berupa Al-Qur’an yang kami bungkus dengan kertas kado batik kemudian kami pulang.

Dapat disimpulkan disana kami mendapatkan pengalaman melalui beberapa kegiatan seperti muhadoroh, pengajaran kitab kuning, mendengarkan ceramah, bersolawat dan pengetahuan baru dan unik seperti hukuman yang tidak biasa serta minum langsung dari keran serta metode pengajaran yang menggunakan sistem Langsung pengamalan.

Penulisan pengalaman saya ketika live in pondok pesantren semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca, setidaknya dapat memberikan pengetahuan kepada siswa-siswa yang belum merasakan menjadi santri. Sehingga, mereka secara tidak langsung dapat mengetahui bagaimana pembelajaran di pondok pesantren. Tentang perbedaan antara pondok pesantren klasik dan pondok pesantren modern.

Jika kita melihat pondok pesantren modern kita akan menjumpai santri-santri berbincang-bincang dalam kesehariannya menggunakan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Sedangkan pengunaan bahasa daerah (seperti bahasa Jawa) merupakan pelanggaran berat bagi santri-santri di pondok pesantren, terutama di pondok pesantren Ta’mirul Islam. Yang dalam peraturan kesehariannya hampir seperti Pondok Gontor, Jawa Timur. Banyak hal yang berbeda dengan bangku perkuliahan, di pondok lebih disiplin baik dari orang nya maupun peraturanya.

Sabtu, 24 Maret 2018

Petaka di Musim Hujan

“Lubang Jalan Pembawa Petaka”

oleh : Zairotul Zamronah/175231096/PBS/2C
(words : 809)

Februari merupakan bulan puncaknya musim hujan. Menurut BMKG yang dilansir dari detik.com pada tanggal 28 November 2017, bahwa intensitas hujan sangat tinggi pada 3 bulan kedepan yaitu Desember, Januari dan Februari sebagai puncak musim hujan. Akibat musim hujan masyarakat harus waspada terhadap banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Selain itu yang sering kita jumpai adalah jalan berlubang yang bisa mengakibatkan permasalahan lainya seperti kemacetan dan kecelakaan. Jalan berlubang di musim hujan tidak hanya ditemui didesa bahkan dijalan raya. Hal ini terjadi di Karanganyar, Sukoharjo, Kartosuro dan Solo sekitarnya, tidak hanya di daerah itu saja kota lain pasti mengalami hal yang sama.

Jalan berlubang di sebabkan oleh berbagai faktor yaitu Sumber Daya Manusia, kendaraan, material pembuat aspal dan faktor alam. Kegagalan konstruksi sering dialami oleh para pekerja proyek, hal ini terjadi pada saat pembuatan jalan yaitu pelaksanaan proyek yang tidak benar atau kurang tepatnya perencanaan, rendahnya pengawasan kerja sehingga dapat terjadinya keteledoran yang menyebabkan kesalahan pengerjaan, kerusakan peralatan yang digunakan serta kurangnya dalam pemeliharaan. Selain itu, beban muatan yang di bawa oleh kendaraan sangat berpengaruh terhadap jalan berlubang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan 30 % jalan berlubang dikarenakan kendaraan kelebihan muatan, banyak sekali jalan yang seharusnya dilewati oleh kendaraan bermotor dan mobil justru di lalui oleh truk bermuatan besar. Hal ini dianggap sebagai jalan alternatif agar cepat sampai ke tujuan.

Kemudian selain Sumber Daya Manusia, bahan atau material pembuatan aspal yang kurang baik bisa menjadi penyebab jalan berlubang. Kualitas aspal yang digunakan harus diperhatikan karena menentukan berapa lama material itu bisa bertahan sehingga tidak sering terjadinya kerusakan.

Puncak permasalahan dari jalan berlubang yaitu Faktor Alam, antara lain tingginya curah hujan yang terjadi saat ini, dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa 40 % jalan berlubang disebabkan oleh air hujan. Kemudian ditambah tidak berfungsinya drainase yang mengakibatkan air hujan tidak bisa langsung terserap sehingga menggenang dijalan. Genangan air yang terus menerus terjadi pada saat musim hujan mampu menggerus material pada aspal ditambah dengan kendaraan tetap berlalu lalang melintasi jalan sehingga membuat jalan cepat berlubang. Jalan berlubang di musim hujan semakin diperparah dengan tidak tanggapnya pemerintah dalam mengatasi lubang dijalan, lambatnya perbaikan jalan menyebabkan lubang semakin dalam dan melebar.

Jalan berlubang menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya yang tidak enak dipandang mata seperti kemacetan. Seperti halnya kemacetan di Under Pass Kartosuro, kemacetan ini disebabkan oleh pengguna jalan yang menghindari jalan berlubang agar kendaraan tidak terperosok, bahkan kemacetan ini terjadi selama 1 jam lebih. Selain itu di perempatan lampu merah Pucang Sawit Surakarta, kendaraan harus ekstra hati-hati dikarenakan sepanjang jalan bagian kiri mayoritas berlubang dan bergelombang serta bebarengan dengan truk dan mobil. Sehingga hal ini semakin memperparah kemacetan yang terjadi.

Dampak lain yang ditimbukan dari jalan berlubang ialah kecelakaan, kecelakaan rawan terjadi di musim hujan ditambah dengan jalanan yang berlubang. Ketika air hujan menggenang di jalan dan menutupi lubang hal ini dapat mengakibatkan kendaraan terperangkap bahkan membuat pengendara jatuh, tidak hanya tertimpa pada satu pengendara secara otomatis kendaraan dibelakangnya akan mengalami kejadian yang serupa karena tidak dapat terkendali untuk menghindar dari jalan berlubang. Maka dari itu kecelakaan beruntun sering terjadi khususnya pada saat musim penghujan.

Kecelakaan yang diakibatkan oleh kerusakan jalan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang dapat menuntut pemerintah. Dilansir dari Kompas, Wakil Ketua Harian Yayasan Lembaga konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan bahwa kalau kita merasa dirugikan akibat jalan berlubang maka kita bisa menuntut pemerintah. Apabila kecelakaan di jalan tol maka menuntut dengan UU No 8 tahun 1994 tentang Perlindungan Konsumen, namun jika terjadi di non tol maka dengan UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Selain itu, pada UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Jaminan korban kecelakaan akibat jalan rusak dapat digugat dengan cara mengajukan ganti rugi kepada pejabat penyelenggara jalan sebesar 12 juta hingga 120 juta. Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak lalai dalam memelihara jalan demi kenyamanan dan keselamatan warga.

Jalan berlubang memang tidak dapat dihindarkan pada saat musim hujan tiba, namun pemerntah dapat melakukan pengkajian untuk mencegah jalan berlubang bahkan dapat mengatasinya dengan cepat dan tepat. Misal menutup lubang dengan menggunakan aspal sintetis dengan segera, agar tidak memperparah keadaan lubang seiring menunggu perbaikan jalan secara keseluruhan. Apabila pemerintah lamban dalam perbaikan maka warga sekitar harus peka terhadapnya dengan menutup sementara lubang tersebut.

 Kemudian untuk mencegah genangan air di jalan maka perlu dibuatlah drainase atau semacam daerah resapan air agar ketika hujan turun air langsung bisa terserap sehingga tidak menggenang di jalan. Selain itu pada saat perencanaan pembangunan harus dipertimbangkan dengan matang mulai dari strukur tanah, bahan aspal dan cara pengerjaan yang harus dilakukan dengan penuh pengawasan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat mengakibatkan kerusakan di kemudian hari.

Pencegahan dan perbaikan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Para pengendara truk angkut harus memperhatikan berat muatan maksimal yang dibawa dan juga harus melewati jalur khusus yang sudah disediakan untuk truk bermuatan besar.





Sabtu, 17 Februari 2018

Mengetahui Lebih Lanjut Mengenai Kitab Tafsir Al Maraghi

Judul buku : Study Islam di Asia Tenggara
Nama penulis : Drs. Asep Ahmad Hidayat, M.Ag., Samsuddin, M.Ag., Dadan Rusmana, M.Ag., dan Ajid Hakim, M.Ag
Tahun terbit : 2014
Penerbit : CV Pustaka Setia
Kota penerbit : Bandung

TAFSIRAN SURAT AL - ANFAL AYAT 20 - 23
(TERJEMAHAN TAFSIR AL MARAGHI)
Oleh : Zairotul Zamronah/175231096

Saya akan mengulas mengenai tafsir yang diterjemahkan Ahmad Musthafa Al maraghi, tafsir sendiri adalah memahami maksud sebenarnya dari suatu hal. Nah tafsir disini yang akan dibahas mengenai tafsir Al quran, semua orang bisa membaca terjemahan ayat Al quran tetapi tidak semua orang mengetahui maksud sebenarnya dari ayat al quran. Sebelum Al Maraghi sudah ada muffasir yang menafsirkan Al quran akan tetapi bahasa yang terlalu tinggi membuat para pembaca kebingungan, untuk itu Al Maraghi membuat kitab tafsir dengan menggunakan beberapa metode dan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut. 

Siapakah Al-Maraghi itu ? 
berasal dari manakah ia ? 
simak biografinya berikut ini

Al Maraghi merupakan muffasir terkemuka dalam menafsirkan ayat alquran, bahasanya yang mudah dipahami membuat orang-orang begitu tidak asing lagi dengan beliau. Al Maraghi merupakan lulusan terbaik dari Mesir (Al azhar) pada tahun 1904 M. Hal itu dikarenakan kecerdasannya dalam belajar mendalami isi Al Quran dan Hadits, selain itu ia juga mendalami ilmu akhlak, falak, dan tafsir. Muffasir yang lahir di Al Maragho pada tahun 1298 ini berasal dari keluarga yang intelek, sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan mengenai Al-quran dan bahasa arab. Hal tersebut membuat Al Maraghi ingin menjadi seorang ulama terkemuka. 

Setelah lulus dari Alazhar ia menjadi guru besar di sekolah menengah yang kemudian menjadi direktur sebuah Sekolah di sebelah barat Cairo. Kemudian tahun 1920 ia menjadi Kepala Mahkamah Tinggi Syariah, lalu Mei 1928 ia diangkat menjadi rektor di Al Azhar ketika usia 47 tahun dan setahun berselang ia diangkat menjadi Syeikh Al Azhar yang menjadikan Seikh termuda sepanjang sejarah Universitas Al Azhar. Setelah 6 tahun menjabat Al Maraghi mengundurkan diri dikarenakan pro kontra yang memuncak akan kebijakanya di Universitas.

Pada tahun 1935 Al Marahi menduduki jabatan itu kembali hingga ia meninggal. Muffasir yang mempunyai nama lengkap Ahmad Musthafa Al Maraghi meninggal pada tahun 1364 H di bulan ramadhan.

Sebagai seorang muffasir yang terkemuka dengan karyanya yang begitu apik sehingga banyak orang berminat membaca kitab tafsirnya, pasti kita bertanya-tanya bagaimana caranya Al Maraghi dalam menafsirkan ayat-ayat Al Quran ?

Setelah saya membaca salah satu tafsiran ayat alquran di kitab tafsir Al Maraghi jilid 9, didalam kitabnya tersebut ia menafsirkanya dengan cara pertama, menunjukkan terjemahan/arti dari ayat Al quran yang kemudian dijelaskan secara umum mengenai isi ayat tersebut bercerita mengenai apa.

Setelah menjelaskan secara umum, yang kedua yaitu memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai ayat tersebut melalui asbabul nuzul yaitu sebab turunya suatu ayat. Setelah itu, memberikan penjelasan dari ayat tersebut dengan mengartikan kata-kata sulit ke dalam kata yang mudah dipahami, kemudian menyimpulkan maksud yang sebenarnya dari ayat tersebut. 

Selain mengartikan kata sulit, setelah itu ia juga melakukan penafsiran dengan menyesuaikan ayat tersebut dengan ayat lainya yang ada kaitanya dengan ayat yang ditafsirkan. Setelah mengetahui sebabnya, untuk siapa ayat tersebut diturunkan, mengapa bisa terjadi demikian dan bagaimana kita harus bersikap dan yang terakhir adalah menyimpulkan maksud sebenarnya dari suatu ayat. Untuk memperjelas bagaimana cara menafsirkannya saya akan memberikan salah satu contoh ayat Al Quran yaitu Surat Al-Anfal ayat 
20-23

Secara umum ayat tersebut berbicara mengenai ancaman yang Allah berikan kepada orang musyrik ketika perang, barangsiapa keluar dari barisan maka Allah akan keluar dan jika kembali maka Allah akan kembali. Pasukan perang tidak dapat menolak bahaya yang menimpa dirinya oleh karena itu dapat diambil pelajaran bahwa agar selalu patuh terhadap seruan dan perintah Rasul yang sewaktu  waktu akan mengajak berjihad di jalan Allah. 
Untuk lebih jelasnya maka diterjemahkan perkata sebagaimana berikut ini :

AYAT 20
ya ayyuhal-lazina : wahai orang  orang  yang
amanu                     : beriman
atiullaha : taatlah kepada allah
wa rasulahu : dan rasul-Nya

Penafsirannya, taat disini berarti meninggalkan harta demi berjihad di jalan Allah.

wa la tawallau : dan janganlah kamu berpaling
anhu : dari-Nya
wa antum : (padahal) kamu
tasmaun : Mendengar (perintah-perintah Nya)

Penafsiranya, janganlah kamu tidak melaksanakan, padahal  kamu mengetahui  bahwa jihad di jalan Allah adalah kewajiban yang harus dipatuhi.

AYAT 21
wa la takunu       : dan janganlah kamu menjadi
kal-lazina             : seperti orang munafik yang
qolu                      : berkata
samina                  : kami mendengarkan
wa hum               : padahal mereka
la yasmaun          : tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)

Penafsiranya, orang yang mendengar tapi mereka mengingkari ialah ada dua yaitu  orang kafir yang menentang dan tidak mau menerima kebenaran dan orang yang mengetahui kebenaran tapi tidak melakukan ialah orang munafik.

AYAT 22
Inna syarrad-dawabbi     : sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk
insyaallah                           : dalam pandangan Allah
summul                               : (ialah) mereka yang tuli
bukmul                                : dan bisu
lazina                                   : (yaitu) orang  orang yang
la ya qilun.                          : tidak mengerti (mereka tak mendengar dan memahami kebenaran)

Penafsirannya, dawabbi jamak dari dabbah berarti hewan yang melata. Disini  digunakan untuk perumpamaan yang artinya itu adalah penghinaan karena saking buruknya, yang tuli ialah orang yang tidak mau mengamalkan kebaikan dan tidak mau memahami nasihat baik, dan bisu ialah orang yang enggan berbicara kebenaran. Jika mereka berfikir mereka mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

AYAT 23
Wa lau alimallahu       : dan sekiranya Allah
                                          mengetahui
fihim                              : pada mereka
khairal                           : (ada) kebaikan
laasmaahum                 : tentu Dia jadikan mereka 
                                          dapat mendengar
wa lau asmaahum      : dan jika Allah dapat
                                          menjadikan mereka
                                          mendengar
latawallau                     : niscaya mereka berpaling
wahum                          : (sedang) mereka
muridun                        : memalingkan diri

Penafsiranya, jika Allah mengetahui mereka akan melakukan kebaikan  maka Allah akan memberikan pemahaman akan tetapi Allah lebih tahu disana tidak ada kebaikan sedikitpun karena hatinya tealh dikunci mati dan mereka tidak akan mendapat kebaikan. 

Kesimpulan dari semua ayat tersebut adalah laksanakan dan patuhilah semua perintah untuk berjihad di jalan Allah dan jika megetahui laksanakan, jangan seakan-akan tidak mengetahui apapun, sampaikan lah perkataan yang benar dan apabila telah tidak ada kebaikan dihatinya maka dikuncilah hati mereka sehingga tidak dapat menerima kebaikan.

Mendengar yang dibahas didalam ayat tersebut ialah ada beberapa kategori yaitu orang kafir yaitu tidak mau mendengar bahkan memusuhi, orang munafik yaitu mengetahui kebaikan tapi tidak mau mengerjakan, orang musyrik yaitu ingin mengetahui Al quran tapi untuk melemahkan dan orang adil yaitu ketika mengetahui kebaikan maka akan mengerjakannya.  

Alquran merupakan kitab yang sempurna, teori  teori yang ada di Al quran benar adanya. Jika kita memahami dengan sungguh sungguh maka segala persoalan ada jawabanya.

Namun umat islam malah justru hanya sekedar mendengarkan dan memperindah bacaanya saja akan tetapi banyak yang belum mengetahui apa maksud sebenarnya dari ayat Alquran. Oleh karena itu dimulai dari diri sendiri, selain memperindah bacaan maka kita harus tahu maksud sebenarnya dari ayat tersebut sehingga kita mampu menjalankan agama dengan benar secara keseluruhan.



Sabtu, 03 Februari 2018


STUDI ISLAM DI ASIA TENGGARA
Zairotul Zamronah / 175231096 / 2 C

Memahami Kajian Islam di Asia Tenggara

Asia Tenggara merupakan sebuah bagian dari benua Asia yang terletak di bagian sebelah tenggara yang mayoritas berbudaya melayu. 

Kajian islam/studi islam adalah mempelajari hal  hal yang berkaitan dengan keislaman untuk memahami/menganalisa ajaran islam dalam realitas pelaksanaan di kehiduapn sehari  hari. Adapun fenomena keislaman dipengaruhi oleh doktrin pemikiran dan perilaku dengan menggunakan pendekatan studi kawasan islam (uraian tentang dunia islam) mulai dari kemunculan, perkembangan hingga ciri/karakter disetiap kawasan.

Pendekatan yang digunakan antara lain : pendekatan dalam prespektif keragaman kebudayaan, pendekatan geopolitik dan etno-linguistik, pendekatan dengan mengembangkan sejarah islam kawasan. Dari pendekatan tersebut mengalami berbagai problem diantaranya variasi tentang sejarah masuk nya islam ke Asia Tenggara, muslim minoritas dan arah baru pemetaan kawasan, dan kebangkitan nasionalisme.
Islam di Dunia Melayu 

Rata-rata Islam di Melayu masuk antara abad ke 7-15 melalui jalur perdagangan, pendatang, pernikahan dan seorang imam yang menyebarkan secara khusus di negara tersebut. Islam minoritas di Melayu berkembang di negara Singapura, Filipina dan Thailand sedangkan di Malaysia serta Brunei Darussalam berkembang dengan baik adapun pemerintah mengakui bahwa islam sebagai agama resmi bahkan dijadikan ideologi negara di Brunei. Muslim melayu mayoritas bermazhabkan Syafiiyah yaitu mengikuti fatwa-fatwa yang di keluarkan oleh Imam Syafii selain itu bermazhab Sunni.

Perkembangan islam minoritas di melayu khususnya di Filipina dan Thailand sangat mencolok dikarenakan adanya doktrin dari masyarakat bahwa muslim dianggap sebagai pengacau dan keberadaanya sangat mengancam negara, di Filipina terdapat kebijakan kebijakan yang menyudutkan minoritas islam salah satu kebijakan yaitu membuat undang-undang yang intoleran sehingga membuat kaum muslim disana lebih tersudutkan. Adapun tokoh islam yang memperjuangkan kesamaan hak tetapi cenderung separatis yaitu Abu Sayyaf dan Nur Misuari, sehingga membuat kesan islam disana semakin tegang.

Begitu juga di Thailand minoritas islam bernama Patani, hal itu terjadi karena sikap nasionalisme warga thailand yang menganggap Patani adalah kaum minoritas yang harus di berantas karena dapat mengancam negara sehingga pemerintah Thailand mulai membuat kebijakan yang menyudutkan Patani diantaranya penghapusan kekuasaan, politik integritas, politik transmigrasi dan politik dibawah payung.

Islam di Wilayah Indo-Cina

Wilayah Indo-Cina meliputi Indonesia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos dan Timor Timur. Fenomena islam di Indonesia berkembang dengan baik, namun tidak dengan di Negara Indo-Cina lainya apalagi di Myanmar selain minoritas juga sangat memprihatinkan.

Masuknya islam di negara minoritas tersebut juga melalui perdagangan dan pendatang, di waktu  sekitar  abad ke 10 namun ada yang tidak tahu menahu soal kapan datang ya islam secara jelas. di Vietnam muslim dibagi menjadi 3 yaitu : muslim Cham, dari suku dan warga Vietnam asli, perkembangan islam disana tidak ada perlawanan yang berarti.  Kemudian di Kamboja, keadaan disana membutuhkan program  program untuk meninggikan taraf hidup mereka dikarenakan sangat miskin.

Perkembangan yang  tragis terjadi di Myanmar, kondisi muslim disana mengenaskan pembantaian, pemaksaan agama (budha), dan gerakan anti islam secara besar-besaran. Muslim disana dibagi 3 antar lain : muslim burma, India dan Rohingya. di sana terdapat muslim hui-hui yang bersifat kooperatif dan cenderung tidak relevan terhadap muslim dikarena trauma terhadap pembantaian.

Nusantara dan Indonesia Modern

Indonesia merupakan negara dengan banyak suku, pulau dan budaya masuknya islam pun juga berbeda-beda. Pekembangan islam pada abad ke 17-19, Penyebaran islam dibagi menjadi 3 : pengenalan,penyebaran dan penyuburan. Keadaan masyarakat sebelum islam masih dipengaruhi oleh Hindu  Budha, walaupun begitu islam masuk secara damai sehingga nanti menjadi salah satu penyebab perbedaan dalam penerapan agama islam di indonesia yang menjadi ciri khas. Pada abad ke 20 islam berkembang secara besar-besaran namun tidak dengan bidang ilmu dan politik nya.

Pembaharuan agama dan realita sosial di indonesia dipengaruhi oleh pemikiran masyarakat terhadap agama ada 3 yaitu Mistik : keserasian antara kesucian batiniyah dan kenyataan lahiriyah mutlak, Ortodok : mencari kesesuaian antara ajaran dasar dengan aturan yang dirumuskan, Reformis : menjdikan sesuatu yang semestinya dan yang hak sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan. Perbedaan terletak pada pengembangan kelompok masyarakat agama.

Allah menciptakan manusia untuk menjadi kalifah karena manusia memiliki kemampuan untuk memimpin, akan tetapi manusia cenderung membuat kerusakan oleh karena itu untuk mencegah dibentuklah kelompok perbuatan baik (Organisasi Islam), antara lain Jamiatul khair, Al-Irsyad, Sarekat Islam, Jong Islamieten Bond, Masyumi, Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan NU.

Aliran pemikiran islam di indonesia diantaranya pemikiran neo-tradisional merupakan islam di sebarkan dengan mengangkat nilai tradisional dengan memasukkan sistem yang sudah maju/menyesuaikan dengan zaman dengan kata lain memadu padankan budaya hindu-budha dengan islam. Kemudian Neo  revivalis : Hizbut tahrir merupakan kelompok yang ingin membangkitkan kembali umat islam dari kemosrotan dengan metode tholabun nusroh. Ke tiga Postmodernisme-Islam yaitu mengganti pemikiran tradisional kearah modern, dan terakhir Islam Liberal adalah mengedepankan modernitas dengan kata lain menyesuakan agama islam dengan modernisasi. Dari pemikiran tersebut lahirlah tokoh  tokoh pembaharuan islam yaitu Harun Nasution, Abdurahman Wahid, Nurcholis Madjid.

Kesimpulan 

Metodologi studi islam mempelajari tentang keislaman mulai dari sejarah dan perkembanganya. Selain itu juga menganalisis, mengetahui, serta memahami bagaimana islam dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan Islam tersebar di Asia Tenggara melalui perdagangan, pernikahan dan pendatang dengan pendekatan/pengaruh dari doktrin-dokrtin pembawa agama islam dalam penyebaranya sehingga terjadinya perbedaan dalam pelaksanaan agama islam dalam kehidupan masyarakat di negara Asia Tenggara.




Rabu, 22 November 2017

MASJID AGUNG SURAKARTA “ANTARA PUSAT KEAGAMAAN DAN KEBUADAYAAN”

SEJARAH PERADABAN ISLAM




JUDUL :
MASJID AGUNG SURAKARTA
“ANTARA PUSAT KEAGAMAAN DAN KEBUADAYAAN”





PENULIS :
ZAIROTUL ZAMRONAH
KELAS :
PERBANKAN SYARIAH 1 C
NIM :
175231096

Sejarah merupakan hal yang terjadi pada masa lalu bersifat penting dan terjadi hanya sekali, saya menulis ini guna menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Untuk mengetahui sejarah peradaban islam di Surakarta saya mengambil tema “sejarah masjid” dan saya memilih Masjid Agung Surakarta sebagai objeknya. Saya memilih Masjid Agung Surakarta dikarenakan terdapat banyak keunikan dengan makna tertentu yang berbeda dengan masjid agung lain di sekarisidenan Surakarta, selain itu tidak semua orang tahu mengenai cerita di balik masjid tersebut berdiri.  Akhirnya hal ini membuat saya tertarik ingin menggali lebih banyak dari masjid tersebut dan memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai Masjid Agung Surakarta.
Masjid Agung Surakarta memiliki beberapa keunikan. Berdasarkan yang saya lihat diantaranya bentuk atap bertingkat 3, arsitek bangunan seperti pendopo, mayoritas banguan menggunakan kayu, warna biru yang mendominasi di setiap bangunanya, 2 blumbang di depan serambi utama masjid, terdapat ruangan khusus untuk solat para wanita, memiliki banyak pintu, terdapat 2 bangunan khusus di wilayah halaman masjid tepatnya di dekat gapura, tempat wudhu yang tidak biasa, serta keramik yang tersusun secara miring. Riset ini dilakukan dengan mewawancara narasumber terpercaya dari pihak kepengurusan Masjid Agung Surakarta yaitu Bapak Abdul Basyid Rohmat selaku sekretaris Masjid Agung Surakarta. Sebelum melakukan wawancara saya disuruh  mempelajari terlebih dahulu brosur tentang sejarah masjid yang telah diberikan 1 hari sebelum wawancara ketika sedang membuat janji dan setelah itu melakukan pengamatan terhadap objek secara langsung.






PERADABAN ISLAM DI SURAKARTA
Masjid merupakan tempat ibadah bagi orang islam, akan tetapi bagi musafir (orang yang dalam perjalanan jauh)  bisa di manfaatkan sebagai tempat transit/istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah. Seperti halnya Masjid Agung Surakarta banyak orang yang berdatangan untuk beribadah ataupun hanya sekedar foto-foto, duduk santai, istirahat sejenak, bahkan ketika waktu solat tiba, khususnya solat dzuhur parkiran Masjid Agung Surakarta penuh dengan kendaraan karena banyaknya orang yang melakukan solat di Masjid tersebut.
GEOGRAFI
Masjid Agung berdiri  di tanah seluas hampir 2 hektar tepatnya 1.928,65 m2 dengan halaman yang mayoritas masih asli berpasir. Terletak di Solo tepatnya di Jalan Masjid Agung, Baluwarti, Surakarta. Masjid Agung Surakarta jika dilihat dari peta terletak diantara alun-alun kidul (selatan), keraton dan alun-alun utara dengan bangunan menghadap ke timur.
Letaknya terbilang strategis karena berada di jalan dekat pasar klewer dimana banyak masyarakat melintasi jalan tersebut sehingga banyak yang mengetahui keberadaan Masjid Agung Surakarta, tidak hanya masyarakat surakarta saja akan tetapi masyarakat luar kota pun mengetahuinya. Selain itu letaknya pun dapat dijangkau dengan sepeda motor, mobil dan mini bus akan tetapi jika menggunakan bus besar maka akan kesulitan karena jalanya tidak seluas jalan raya.
Masjid Agung Surakarta sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat baik dari dalam kota atau luar kota, apalagi ketika acara tahunan yang diadakan oleh masjid seperti grebeg syawal, malem 21 an, grebeg besar dan sekaten
DARI KARTASURA KE SURAKARTA
Pada awalnya tahun 1745 keraton Kartasura dipindah ke Surakarta, perpindahan ini didasari oleh peristiwa geger pecinan yaitu perang hebat yang dipicu oleh pembantaian etnis Tionghoa di Batavia. Setelah pindah, Pakubuwana II Mendirikan keraton dan membuat alun-alun.
Sebenarnya Masjid Agung Surakarta didirikan oleh Pakubwana II akan tetapi setelah menepati dan menjabat di keraton, pembangunan dilanjutkan oleh Raja setelahnya yaitu Pakubwana ke III. Konstruksi bangunan Masjid Agung Surakarta terinspirasi dari Masjid Agung Demak yang seperti rumah adat jawa (joglo). Selain raja, Pakubwono ke III juga sebagai seorang ulama yang mempunyai tugas mensiarkan islam maka dibangun lah masjid tersebut.
EVOLUSI  MASJID AGUNG SURAKARTA
Pada waktu itu masjid dibangun hanya bangunan inti dan setelah itu disempurnakan oleh Pakubwana ke VI dengan membangun pawastren utara, selatan dan serambi, kemudian Pakubwana ke VIII membangun blumbang dan sebagainya serta terakhir Pakubwana ke X menyempurnakanya dengan membangun menara dan bangunan lain yang saat ini kita bisa lihat.
Masjid Agung Surakarta termasuk masjid cagar budaya yang  umurnya saat ini hampir 300 tahun sehingga bangunan tersebut berusaha di lestarikan, renovasi telah dilakukan beberapa kali untuk mempertahankan bangunan tersebut meskipun bahan/materialnya tidak seasli dahulu. 
Pada tahun 2012 dilakukan pembugaran terhadap keramik/tegel yang diganti dengan tegel marmer, renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2015 dengan mengganti atap yang seharusnya dari kayu oleh pemerintah diganti dengan genting jenis  metal prof karena sulitnya mencari kayu pada saat ini, selain itu metal prof tahan terhadap panas dan air hujan sehingga tidak mudah lapuk serta mampu meredam suara air hujan. Tiang – Tiang dan bangunan berbahan kayu juga direnovasi dengan di tambal kemudian dilapisi plitur sehingga tidak terlihat di tambal.
KEUNIKAN
Masjid Agung Surakarta berbeda dengan masjid lain, hal ini terlihat jelas dari segi bangunan kebanyakan bahan materialnya mayoritas kayu jati dimana kayu ini terkenal dengan kekuatan serta kualitasnya yang tidak diragukan lagi, kemudian arsitekturnya bergaya rumah adat (joglo) dari segi warna identik dengan warna keraton Surakarta yaitu biru dan masih banyak lagi keistimewaan lainya. Seperti adanya beberapa ruangan yang memiliki kegunaan masing-masing dan terdapat bangunan – bangunan yang didirikan untuk kepentingan tertentu, serta benda-benda unik yang memiliki makna tersendiri. Kemudian terdapat kegiatan tahunan yang banyak menyita perhatian masyarakat yaitu Grebeg Syawal, Malem Selikuran, Grebeg Besar dan Sekaten yang tidak semua masjid mengadakan kegiatan tersebut.
ATAP MASJID – Atap bertrap-trap (bertingkat) menurut arsitektur rumah jawa hal tersebut sudah lazim, akan  tetapi atap Masjid Agung Surakarta yang bertingkat 3 mempunyai makna tersendiri yaitu difilosofikan sebagai pondasi agama islam  yaitu rukun islam, rukun iman dan ikhsan.
MUSTOKO – Ketika menjabat Pakubuwana ke X  menambahkan mustoko yaitu kubah kecil yang terletak di bagian atas atap masjid, seiring dengan di banguna menara. Mustoko di di tambahkan sebagai penanda bahwa bangunan tersebut ialah masjid.
TRATAG RAMBAT – Setelah kita memasuki gerbang, akan dihadapkan dengan sebuah bangunan yang menjorok keluar dari bangunan masjid bernama “Tratag Rambat” bangunan tersebut digunakan sebagai pintu utama masuk ke Bangunan Masjid Agung Surakarta.
MENARA – Pakubuwana X membangun menara sekitar 33 meter  yang merupakan akulturasi dari budaya Timur Tengah, setelah ia naik haji ke Mekkah dan singgah di Turki. Menara tersebut menandakan keberadaan masjid yang dapat terlihat dari jauh. Dahulu menara tersebut digunakan untuk mengumandangkan adzan tetapi seiring perkembangan zaman sekarang hanya digunakan sebagai tempat meletakkan toa karena sudah ada sound system. Selain itu pintu menara tersebut di kunci agar masyarakat tidak menaiki dengan alasan keamanan.
BANGSAL PRADONGGO – Bangsal pradonggo merupakan sebuah bangunan yang terletak di sisi kanan dan kiri dekat gerbang yang digunakan sebagai tempat di bunyikanya gamelan sekaten. Terdapat 2 macam gamelan diantaranya gamelan guntur madu dan guntur sari yang merupakan  peninggalan Pakubwana ke VI dalam rangka menarik siar islam. Jadi pada waktu itu masyarakat menganut agama hindu dan mereka menyukai gamelan, melihat kondisi tersebut para wali menciptakan tradisi sekaten dengan memainkan gamelan serta lagu-lagu macapat sebagai daya tariknya sehingga ketika masyarakat ingin masuk ke masjid menyaksikan gamelan maka harus bersyahadat terlebih dahulu dan hingga kini tradisi Sekaten masih di pertahankan.
BLUMBANG – di Masjid Agung Surakarta terdapat blumbang yang terletak di depan serambi utama masjid. Blumbang merupakan kolam kecil yang berisi air, digunakan untuk membersihkan kaki dari kotoran atau najis. Masyarakat beranggapan bahwa masuk masjid bukanlah seperti memasuki rumah, dimana ketika masuk masjid kaki harus keadaan bersih/suci walaupun bentuk nya seperti rumah. Saat ini blumbang tersebut masih digunakan oleh beberapa orang akan tetapi oleh anak kecil digunakan untu main air. Selain itu blumbang tersebut juga berfungsi sebagai peredam pantulan sinar matahari ke serambi utama masjid sehingga cuaca tidak terlalu panas.
PAWASTREN – Pawastren merupakan ruang khusus dalam rumah jawa seperti gandhok (dapur)., terdapat 2 pawaastren yaitu utara dan selatan. Sebelah utara digunakan sebagai tempat khitanan anak raja, rapat dengan putra putri raja dan sebagainya, sebelah selatan digunakan sebagai ruang khusus untuk solat para wanita.
Menariknya pawastren selatan terdapat banyak cermin menempel di dinding bagian samping yang disediakan untuk berdandan setelah solat atau sekedar memakai hijab, di keputren juga ada kipas angin besar yang selalu hidup agar masyarakat ketika solat tidak merasa gerah, kemudian disana terdapat 2 wanita penjaga (seperti satpam) bertugas mengatur sof/mengarahkan sof yang tidak dimiliki oleh masjid lainya.
            PINTU UTAMA – Masjid Agung Surakarta memiliki banyak sekali pintu, saya melihat dari sekian banyak pintu ada 1 pintu yang ditutup dan pintu tersebut terletak di tengah-tengah (Pintu Utama), ternyata itu merupakan pintu khusus untuk raja dan para tokoh yang masuk ke Masjid Agung, serta pintu tersebut hanya di buka ketika beliau hadir di Masjid Agung Surakarta, jika tidak maka pintu tersebut akan ditutup dan masyarakat masuk lewat selain pintu utama.
SERAMBI – Serambi utama masjid digunakan sebagai transit/ istirahat sejenak oleh masyarakat. Di sana lantainya terbuat dari tegel marmer yang membuat lantai terasa dingin ketika di injak walaupun cuaca diluar sedang panas sehingga dapat membuat betah masyarakat untuk berlama-lama disitu seperti halnya berfoto, bersantai, tiduran dan sebagainya.
BEDUG dan KENTONGAN – di Masjid Agung Surakarta terdapat  bedug  dan kentongan besar. Bedug digunakan sebagai pemanggil orang untuk solat, sedangkan kentongan besar digunakan sebagai  iqomah. Bedug dan kentogan tersebut tidak hanya sekedar pajangan, sampai sekarang masih digunakan khususnya pada hari jumat.
MAYORITAS BANGUNAN DARI KAYU JATI – Konstruksi pada Masjid Agung Surakarta mayoritas menggunakan kayu jati terutama saka gurunya (Penyangga), kenapa kayu jati? karenakan kayu jati merupakan  kayu  terkuat dan sangat bagus digunakan untuk bahan bangunan serta kayu tersebut masih dipertahankan walaupun ditambal.
TEMPAT WUDHU – Masjid Agung Surakarta mempunyai tempat wudhu yang menarik seperti bak besar kemudian terdapat kran dimana dibawahnya sudah ada bak kecil memanjang, sehingga jika berwudhu menggunakan selang kecil.  Bagi saya ini sangat jarang di temukan, biasanya jika berwudhu langsung dari kran. Airnya selalu mengalir hingga tumpah-tumpah dan tempatnya pun jauh dari laki-laki sehingga tidak perlu terburu-buru sehingga wudhunya bisa sempurna. Selain itu jika hanya sekedar mencuci kaki / berwudhu tidak mendapatkan selang disana disediakan gayung (ciduk).
              ACARA TAHUNAN – Setiap masjid mempunyai kegiatan yang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat agar masjid tersebut ramai. Masjid Agung Surakarta mempunyai acara tahunan yang dulu hingga sekarang masih di pertahanka dan banyak menyita perhatian masyarakat. Pertama, Malem Selikuran diadakan setiap tanggal 20 malam (malam tanggal 21) pada bulan ramadhan. Hal tersebut dilakukan untuk memperingati peristiwa turunya alquran dengan melaksanakan kirab kemudian dilanjutkan dengan bagi-bagi makanan.
              Setelah Malem Selikuran ketika akhir bulan ramadhan atau memasuki bulan syawal diadakan Grebeg Syawal. Hal ini bertujuan menyambut hari raya idul fitri dengan sedekah bumi (bagi – bagi makanan), makanan tersebut dimaknai agar di bulan syawal semua mendapatkan berkah. Begitu juga dengan kegiatan Grebeg Besar, kegiatan ini sama seperti Grebeg Syawal akan tetapi yang membedakan adalah waktunya. Grebeg Besar dilaksanakan di hari raya idul adha, dalam bahasa jawa istilah idul adha disebut dengan ba’do besar dan hal itulah yang  mendasari disebut “Grebeg Besar”.
              Nah, dari serangkaian kegiatan tersebut terdapat kegiatan puncak yaitu Sekatenan. Sekatenan dilaksanakan 1 minggu menuju 11 rabiul awal ( Mulud) dan tahun ini jatuh pada tanggal 25 November – 1 Desember 2017. Kegiatan ini diadakan untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhamad (Mauludan), selain itu sekatenan juga di gunakan sebagai sarana penyebaran islam.  Pada waktu itu masyarakat mayoritas beragama hindu dan menyukai gamelan, supaya mereka tertarik dengan masjid maka para wali/ulama menciptakan tradisi sekaten dengan sarana gamelan. Ketika masyarakat ingin melihatnya maka harus bersyahadat terlebih dahulu dan secara otomatis mereka masuk islam.

REFLEKSI

              Menurut saya, berbicara mengenai Sejarah Peradaban Islam erat kaitanya dengan perkembangan agama islam dari zaman dulu hingga sekarang. Masjid Agung Surakarta merupakan salah satu bagian dari peradaban islam di Surakarta dengan menggunakan kebudayaan sebagai sarananya. Tidak hanya bagian dari perkembangan agama islam di Surakarta akan tetapi Masjid Agung juga sebagai pusat kebudayaan. seperti kegiatan-kegiatan  yang banyak menyita perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kebudayaan dan tradisi keraton, sehingga tradisi tersebut harus dipertahankan dan dilestarikan serta bangunanya yang unik. Walaupun Masjid Agung Surakarta sudah berusia ratusan tahun akan tetapi tidak menjadikan masjid tersebut terbelakang atau kehilangan jamaah, justru jamaah semakin ramai.



KOPI Untuk semua

Nama : Zairotul Zamronah NIM : 175231096 Prodi : Perbakan syariah Tempat observasi : Yellow truck Yellow Truck , Perjalanan Dinas  ...