Sabtu, 05 Mei 2018

KOPI Untuk semua



Nama : Zairotul Zamronah
NIM : 175231096
Prodi : Perbakan syariah
Tempat observasi : Yellow truck


Yellow Truck , Perjalanan Dinas 
Menyelesaikan Tugas

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman ketika saya pergi ke Kedai kopi atau Restoran Asia. Hal tersebut merupakan tugas akhir untuk menyelesaikan mata kuliah Metodologi Studi Islam yang dikaitkan dengan Islam Kontenporer terhadap budaya Orientalis (K-POP). Hal ini bertujuan agar kita mampu mengetahui bagaiman Islam memandang kebudayaan timur (orientalis). Tugas tersebut dilaksanakan berkelompok yang beranggotakan 3 orang, anggota kelompoknya yaitu Saya, Devi laras dan Astika Nur. Ada berbagai tempat yang dijadikan pilihan untuk tugas kali ini, khususnya di Solo raya. 

Saya dan teman - teman  ditantang untuk menyelesaikan tugas dengan mengunjungi cafe dan restoran Asia di Solo Raya. Kelompok saya mendapatkan tempat di Yellow Truck Solo. Ketika mendapatkan tempat itu, saya tidak tahu dan belum pernah ke tempat tersebut. Dari namanya saya berfikiran bahwa tempatnya berbentuk food truck yang berwarna kuning. Kemudian ekspektasi saya pasti harganya diatas 35.000 per menunya. Memperkirakan hal tersebut sehingga agar dapat membeli lebih dari satu menu maka saya harus mengumpulkan uang lebih daari 35.000. 

Tidak memungkinkan jika harus meminta uang kepada orang tua secara dadakan. Lagi pula, untuk pengumpulan tugas diberi waktu 2 minggu. Saya dan teman-teman sepakat bahwa minggu pertama itu adalah pengumpulan uang dan minggu kedua kita baru pergi ke tempat tujuan. Sebelum kita pergi ke Yellow truck, kita mencari tahu terlebih dahulu tempat dan  harga makanan serta minumannya. Ketika melihat menu di internet, saya sudah berfikir memilih menu apa dan menyiapkan uang yang harus dibawa.

Akhirnya untuk dapat menyelesaikan tugas ini, saya menyisihkan uang saku. Selain itu, saya harus menahan uang jajan harian. Ada godaan yang menghampiri ketika proses pengumpulan uang, seperti ingin berbelanja pakaian dan ingin pergi makan bersama teman. Akan tetapi, saya teringat ada beberapa tugas lagi yang harus mengeluarkan uang maka keinginan itu saya urungkan. Selain itu, untuk uang cadangan saya mengambil dari tabungan. Setelah uang terkumpul, saya dan teman-teman memilih hari Selasa tanggal 1 Mei yang bertepatan dengan hari libur sebagai hari eksekusi.

Ketika hari Selasa tiba, Sebelum pergi ke Yellow Truck kami menemani teman yang lain ke OCM Solo Grand Mall. Kita janjian jam 10 sampai di Solo Grand Mall, namun diperkirakan jam 10 baru buka dan tidak memungkinkan untuk langsung makan maka diundur jam 10 an sampai sana. Saya berangkat berboncengan dengan teman saya Dari rumah saya berangkat jam set 10 kemudian menunggu teman kelompok lain di jalan untuk berangkat bersama, sekitar jam 10 kita baru berangkat bersama-sama dari Karanganyar. Sesampainya di Solo Grand Mall jam 10.50, namun teman yang lainya  justru belum datang. Karena cuaca yang sangat panas maka sambil menunggu saya berjalan-jalan terlebih dahulu di dalam Grand Mall. Kemudian saya dan teman-teman menunggu di lantai tiga di kursi. Sekitar jam 11 mereka baru datang lalu menuju food court. 

Sesampai di food court OCM mereka memesan ramen. Ketika pesanan sudah datang kemudian saya di suruh mencoba untuk mencicipi ramen tetapi dikarenakan saya sudah tidak suka dengan baunya maka saya mengurungkan niat untuk mencobanya. Lalu untuk mengganjal perut saya yang sedang kelaparan, saya membeli sholcick dan segelas es milo.

Suasana di Mall sangat ramai, banyak orang yang berkeliling di Mall dan makan di tempat itu. Mulai dari  batita hingga orang tua banyak saya temukan di sana. Hal ini dikarenakan berbarengan dengan hari libur. Setelah menemani teman saya, kami berkeliling mall terlebih dahulu. Kami mengamati suasana mall dan berjalan-jalan untuk mengistirahatkan perut sebentar dari makanan. Karena perut saya masih kenyang dan tidak sanggup melanjutkan ke tempat selanjutnya. Sambil menunggu waktu lewat makan siang sekitar jam setengah satu kami pergi ke Yellow Truck.

Yellow Truck merupmerupakan kedai kopi yang terletak di belakang Taman Sriwedari Solo, tepatnya di JL. Kebangkitan nasional, No. 35, Solo. Sesampai di sana tempatnya jauh dari ekspektasi saya. Kesan pertama saya melihat bangunannya dari luar nampak sederhana, tidak terlalu besar, dan bangunannya kelihatan seperti tempo zaman dahulu. Semua bangunan mayoritas berwarna kuning sesuai dengan namanya. Ketika sampai disana suasana sangat sepi, saya mengira cafenya tutup karena hari libur ternyata baru beberapa orang yang datang. Kesan awal saat masuk saya mengira bahwa tempatnya sempit, ternyata ada banyak space yang tersedia. Kemudian per space interiornya berbeda-beda. Seperti ada yang berbentuk seperti ruang tamu, meja belajar, out door dll.

Selain itu, tidak hanya orang yang sekedar “nongkrong” dan berbincang, di Yellow Truck terdapat orang yang sedang mengerjakan suatu pekerjaan di depan laptop. Kemudian kita memilih tempat, sebelum menentukan tempat kita sempat berkeliling ke tiap spacenya. Hal ini bertujuan menemukan tempat yang nyaman untuk saya dan teman-teman duduk. Akhirnya kita memilih yang seperti ruang tamu agar dapat memuat banyak orang. 

Setelah itu kami melakukan pemesanan kopi. Namun setelah saya melihat menu ternyata tidak seperti menu di internet, banyak yang berbeda. Pada awalnya saya bingung mau pesan kopi apa karena saya takut kopi yang saya minum pait sekali. Ada cerita lucu, dengan lantang teman saya memesan expresso. Lalu sama baristanya di tanya sudah biasa minum exspresso? teman saya menjawab belum, “la itu kopi kan?". Jawaban tersebut ditertawakan baristanya, dan saya ikut menahan tawa. Saya sedikit tahu tentang expresso bahwa kopi itu rasanya pait sekali dan sedikit takaranya. Karena ketidaktahuan itu, lalu dijelaskan oleh baristanya bahwa expresso itu adalah sari pati kopi. Kemudian dia tidak jadi memesan expresso.

Lalu sama baristanya disarankan kopi latte, akhirnya dia memilih latte dan saya caramel macchiato. Selain itu, kami juga memesan kopi americano. Untuk harga kopi, saya rasa tidak terlalu mahal namun untuk makanannya saya tidak begitu suka. Ketika saat melihat menu ada bakpao goreng, saya heran bakpao kog digoreng. Walaupun mainstrim untuk bakpao tapi antimainstrimnya karena digoreng, oleh karena itu saya mencoba memesanya. Selain itu kita juga memesan doughnut bites dan otak-otak. Walaupun menu utama berupa minuman kopi, Yellow Truck menyediakan menu lain bagi yang tidak menyukai kopi. Menu non kopi yang kita pesan seperti red valvet latte, banana milk, dan mango smoothies.

Setelah kami memesan, sebelum pesanan datang kami menyempatkan diri berfoto di tempat yang tersedia. Setelah pesanan datang kami mencoba meriview satu per satu minuman yang kita pesan. Tidak lupa kami mengabadikan minuman tersebut dengan mengambil gambarnya. Pertama saya mencoba banana milk, ekspektasi saya rasanya akan dominan ke pisang namun kenyataan rasa lebih dominan ke susu. 

Lalu saya mencoba americano yang belum terlalu banyak dikasih gula. Dari segi tampilan americano menggoda saya untuk meminumnya. Saya pikir rasanya akan sempurna jika digabungkan dengan gula, tetapi ternyata rasanya kopi banget. Saya tahu bahwa kopi itu pahit, namun saya tidak akan mengira bahwa rasa kopi americano akan sepait obat jika tidak dicampur dengan gula. Saya menganggap bahwa kopi tersebut merupakan kopi terpahit yang pernah saya minum. Kemudian saya mencoba red velvet latte, dari segi tampilan sangat menggoda warnanya. Kesan pertama saya  meminumnya seperti rasa susu yang di tambah sari ketan merah, namun setelah dicoba selanjutnya lebih full creamy. Untuk warna red velvet saya menyukainya namun untuk rasa tidak begitu suka.

Setelah merivew minuman yang telah saya sebutkan tadi, snack dan kopi selanjutnya datang. Lalu saya merivew kopi caramel macchiato, dari segi tampilan saya menyukainya. Di atas kopinya terdapat lukisan yang menarik, hal ini dapat membuat penikmat kopi semakin tertarik untuk menyobanya. Saya sudah menduga rasa kopinya tidak terlalu pahit serta lebih soft, karena ada caramel. Setelah saya mencoba, rasanya sesuai ekspektasi saya. Untuk rasa caramel macchiato saya menyukainya. Kemudian selanjutnya saya mencicipi kopi latte, dari segi tampilan menarik. Selain itu, ekspektasi saya latte akan sedikit lebih manis dari macciato tetapi setelah saya justru lebih pait dari macciato walaupun rasa kopinya tidak terlalu kuat namun lembutnya terasa seperti macciato. Namun rasa kopi latte lebih kuat daripada macchiato. Dari sekian minuman yang saya coba, saya menyukai latte dan caramel macchiato karena tidak terlalu strong rasa kopinya.

Kemudian kita beralih mencicipi snacknya, kesan saya pertama kali melihat bakpao goreng adalah seperti donat yang dibentuk bulat. Setelah saya mencicipi bakpao tersebut, rasanya seperti donat yang berisi coklat namun lebih keras dari donat bahkan bikin eneg. Ukuran bakpao juga lebih kecil, untuk doughnuts bites ukuranya standar seperti donat pada umumnya. Mengenai rasanya seperti donat pada umunya namun lebih soft dan juga tidak terlalu eneg. Snack yang terakhir di review adalah otak-otak, rasanya gurih dan terdapat rasa ikan tengiri. Untuk snack yang dipesan saya menyukai otak-otak. Mulai dari aneka macam kopi, minuman non kopi dan snack yang telah kami pesan dan dicicipi, saya lebih tertarik dengan kopi. 

Setelah itu kami tidak langsung pulang. Kami bertahan disitu untuk berbincang-bincang dan ngrumpi. Pada saat mulai menjelang sore banyak orang yang berdatangan menggunakan mobil. Saya heran, mayoritas pengunjung menggunakan mobil Ketika jam sudah menunjukkan setengah tiga kami bersiap untuk pulang, pada saat bersiap untuk pulang kami melihat bule duduk di meja samping kami. Karena saya penasaran maka saya dan teman teman memperhatikan sejenak bule tersebut. Ketika kami sedang memperhatikannya ternyata bule tersebut mengambil gambar kami. Perasaan saya kaget karena sepertinya bule tersebut baru pertama kali datang dan keheranan. Dikarenakan sudah menjelang sore maka kita memutuskan untuk pulang. Begitulah pengalaman saya ketika di Yellow Truck dengan tujuan untuk melaksanakan tugas dan di OCM menemani teman saya. 

Pada zaman sekarang khususnya generasi milenial, marak sekali nongkrong di cafe atau di food court makanan Asia khususnya Asia Timur seperti Korea dan Jepang. Hal ini disebabkan budaya timur yang masuk ke negara kita membuat generasi milenial di masa sekarang menjadi lebih bergaya seperti orang Jepang dan Korea. Pengaruh budaya Timur ini mulai dari gaya fashion, Musik, Film dan terlebih makanan. Makanan Korea dan Jepang banyak digemari anak muda zaman sekarang terutama K-Popers yang mayoritas seorang wanita. Sebagai warga negara Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam, kita harus lebih jeli terhadap makanan dan minuman. Kita harus memastikan halal tidaknya makanan dan minuman tersebut. Hal itu dikarenakan tidak semua makanan yang beredar halal dan boleh dimakan oleh kaum muslim.

Tidak hanya itu, mengenai gaya fashion kita harus menyesuaikan dengan kebudayaan kita, tidak secara mentah-mentah kebudayaan dari luar tersebut di pakai. Selain fenomena tersebut, generasi milenial pada zaman sekarang makanan tidak hanya untuk dimakan namun difoto dan diupload di media sosial. Hal ini menandakan bahwa generasi milenial saat ini mengedepankan eksistensi tapi ingin diapresiasi. 

Tidak hanya budaya Timur, budaya Barat sekarang membuat pergaulan semakin bebas. Di cafe atau kedai kopi sekarang yang berada di sana tidak hanya wanita bule atau wanita hitz pada zaman sekarang tapi juga wanita yang berhijab. Notabene wanita berhijab jarang sekali untuk nongkrong dicafe, sekarang saya melihat banyak sekali yang bSetelah merivew minuman yang telah saya sebutkan tadi, snack dan kopi selanjutnya datang. Lalu saya merivew kopi caramel macchiato, dari segi tampilan saya menyukainya.

Di atas kopinya terdapat lukisan yang menarik, hal ini dapat membuat penikmat kopi semakin tertarik untuk menyobanya. Saya sudah menduga rasa kopinya tidak terlalu pahit serta lebih soft, karena ada caramel. Setelah saya mencoba, rasanya sesuai ekspektasi saya. Untuk rasa caramel macchiato saya menyukainya. Kemudian selanjutnya saya mencicipi kopi latte, dari segi tampilan menarik. Selain itu, ekspektasi saya latte akan sedikit lebih manis dari macciato tetapi setelah saya justru lebih pait dari macciato walaupun rasa kopinya tidak terlalu kuat namun lembutnya terasa seperti macciato. Namun rasa kopi latte lebih kuat daripada macchiato. Dari sekian minuman yang saya coba, saya menyukai latte dan caramel macchiato karena tidak terlalu strong rasa kopinya.

Kemudian kita beralih mencicipi snacknya, kesan saya pertama kali melihat bakpao goreng adalah seperti donat yang dibentuk bulat. Setelah saya mencicipi bakpao tersebut, rasanya seperti donat yang berisi coklat namun lebih keras dari donat bahkan bikin eneg. Ukuran bakpao juga lebih kecil, untuk doughnuts bites ukuranya standar seperti donat pada umumnya. Mengenai rasanya seperti donat pada umunya namun lebih soft dan juga tidak terlalu eneg. Snack yang terakhir di review adalah otak-otak, rasanya gurih dan terdapat rasa ikan tengiri. Untuk snack yang dipesan saya menyukai otak-otak. Mulai dari aneka macam kopi, minuman non kopi dan snack yang telah kami pesan dan dicicipi, saya lebih tertarik dengan kopi. 

Setelah itu kami tidak langsung pulang. Kami bertahan disitu untuk berbincang-bincang dan ngrumpi. Pada saat mulai menjelang sore banyak orang yang berdatangan menggunakan mobil. Saya heran, mayoritas pengunjung menggunakan mobil Ketika jam sudah menunjukkan setengah tiga kami bersiap untuk pulang, pada saat bersiap untuk pulang kami melihat bule duduk di meja samping kami. Karena saya penasaran maka saya dan teman teman memperhatikan sejenak bule tersebut. Ketika kami sedang memperhatikannya ternyata bule tersebut mengambil gambar kami. Perasaan saya kaget karena sepertinya bule tersebut baru pertama kali datang dan keheranan. Dikarenakan sudah menjelang sore maka kita memutuskan untuk pulang. Begitulah pengalaman saya ketika di Yellow Truck dengan tujuan untuk melaksanakan tugas dan di OCM menemani teman saya. 

Pada zaman sekarang khususnya generasi milenial, marak sekali nongkrong di cafe atau di food court makanan Asia khususnya Asia Timur seperti Korea dan Jepang. Hal ini disebabkan budaya timur yang masuk ke negara kita membuat generasi milenial di masa sekarang menjadi lebih bergaya seperti orang Jepang dan Korea. Pengaruh budaya Timur ini mulai dari gaya fashion, Musik, Film dan terlebih makanan. Makanan Korea dan Jepang banyak digemari anak muda zaman sekarang terutama K-Popers yang mayoritas seorang wanita. Sebagai warga negara Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam, kita harus lebih jeli terhadap makanan dan minuman. Kita harus memastikan halal tidaknya makanan dan minuman tersebut. Hal itu dikarenakan tidak semua makanan yang beredar halal dan boleh dimakan oleh kaum muslim.

Tidak hanya  itu, mengenai gaya fashion kita harus menyesuaikan dengan kebudayaan kita, tidak secara mentah-mentah kebudayaan dari luar tersebut di pakai. Selain fenomena tersebut, generasi milenial pada zaman sekarang makanan tidak hanya untuk dimakan namun difoto dan diupload di media sosial. Hal ini menandakan bahwa generasi milenial saat ini mengedepankan eksistensi tapi ingin diapresiasi. 

Tidak hanya budaya Timur, budaya Barat sekarang membuat pergaulan semakin bebas. Di cafe atau kedai kopi sekarang yang berada di sana tidak hanya wanita bule atau wanita hitz pada zaman sekarang tapi juga wanita yang berhijab. Notabene wanita berhijab jarang sekali untuk nongkrong dicafe, sekarang saya melihat banyak sekali yang berada disana. Hal ini menandakan bahwa masuknya budaya barat dan timur telah membius kaula muda untuk mengikuti budaya mereka. Selain itu, ketika masuk cafe tidak hanya nongkrong yang tidak jelas tetapi cafe dapat dijadikan tempat untuk meeting ataupun bersantai dan mengerjakan tugas. 

Melihat fenomena yang terjadi pada zaman sekarang, sebagai mahasiswa muslim maka kita harus lebih jeli dalam bersikap di dunia modern ini. Hal ini yang merupakan tujuan kita dalam mempelajari Metodologi Studi Islam. MSI tidak hanya mempelajari islam secara klasik yaitu namun juga islam kontenporer. Islam klasik yaitu islam yang berpegang teguh kepada aturan quran dan hadist tanpa memperhatikan kenyataan yang ada.Sedangkan islam kontenporer yaitu islam kekinian, artinya bertindak bijaksana dalam mengkaitkan aturan islam pada zaman dahulu dengan perkembangan islam pada zaman sekarang

Jadi setelah kita mengetahui dasar-dasar islam pada zaman rasulullah dan ulama pada zaman dahulu,  untuk menghadapi era modern dan pergaulan sekarang kita harus bijaksana. Tidak hanya berpaku pada aturan islam yang klasik namun kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman pada saat ini dengan islam kontenporer. Agar kita tidak dianggap sebagai orang islam yang lemah dalam bergaul.


Menu yang di pesan

 Foto kelompok kami

Bill

Plagramme



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOPI Untuk semua

Nama : Zairotul Zamronah NIM : 175231096 Prodi : Perbakan syariah Tempat observasi : Yellow truck Yellow Truck , Perjalanan Dinas  ...